BNPB Minta Warga Waspada Hujan Deras

photo author
Michael Carlos Kodoati, Tinjau Indonesia
- Jumat, 24 Maret 2023 | 15:52 WIB
Ilustrasi hujan deras, BNPB sebut intensitas hujan masih tinggi di beberapa wilayah Indonesia. (Pexels)
Ilustrasi hujan deras, BNPB sebut intensitas hujan masih tinggi di beberapa wilayah Indonesia. (Pexels)

Jakarta, tinjauindonesia.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di wilayah Indonesia hingga akhir Maret 2023.

Melasir dari tinjau.id walau secara umum curah hujan sudah mulai rendah, karena peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau pancaroba.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan prakiraan masih tingginya curah hujan berdasarkan data BMKG.

“Intensitas hujan di wilayah tengah dan timur Indonesia masih tinggi. Misalkan di Papua ada konvergensi di Papua tengah dan selatan lebih tinggi curah hujannya,” ungkap Muhari dalam keterangannya, pada Kamis (23/03/2023).

Kendati begitu, lanjut dia, saat ini curah hujan di Indonesia sudah mulai rendah karena peralihan dari musim hujan ke kemarau atau pancaroba.

Baca Juga: Kuota Terpenuhi, Pendaftaran Mudik Gratis DKI Ditutup

“Secara umum sebenarnya kalau ini curah hujan di Indonesia sudah mulai mulai rendah. Artinya tidak terlalu signifikan,” lanjutnya.

Menurutnya ada beberapa wilayah yang harus waspada potensi bencana hidrometeorologi basah juga kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Jadi memang kalau untuk Dasarian III Maret. Ada beberapa tempat yang perlu kita waspadai, tetap Jawa masih masih terus kita waspadai,” katanya lagi.

“Kemudian sisi barat dari Sumatera bagian tengah ke utara itu perlu kita waspadai potensi banjir. Karena intensitas hujannya menengah hingga tinggi,” katanya.

Muhari juga meminta agar masyarakat waspada terhadap tanda-tanda bencana. Seperti tanah longsor yang terjadi di Serapan Natuna dan di Kota Bogor beberapa waktu lalu.

“Kalau kita lihat di Natuna ada tanda-tanda awal yang harus kita cermati. Seperti rembesan air berwarna kemerahan, kecoklatan atau air lumpur di badan tebing. Atau misalkan yang di Bogor masyarakat mendengar getaran,” pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Michael Carlos Kodoati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

THR Bagi ASN Cair 4 April

Sabtu, 1 April 2023 | 12:04 WIB

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2 Km

Rabu, 29 Maret 2023 | 11:29 WIB

Polri Akan Gelar Operasi Ketupat H-7 Lebaran

Sabtu, 25 Maret 2023 | 13:23 WIB

Terpopuler

X