Jakarta, tinjauindonesia.Id - Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menyampaikan keprihatinannya dan permohonan maaf atas kebakaran yang melanda Depo Plumpang, Jumat (3/3/2023) malam kemarin.
"Pertamina akan memberikan penanganan yang terbaik bagi masyarakat terdampak," ujar Nicke dalam keterangan resminya, Sabtu (4/3/2023).
Seperti diketahui kebakaran besar yang melanda Depo Pertamina Plumpang ini merembet ke rumah warga sekitar. Akibat kebakaran itu, dilaporkan korban sementara 13 orang meninggal, dan 49 lainnya mengalami luka bakar.
Menurut Nicke, pihaknya telah membentuk tim gabungan dengan PT Pertamina Patra Niaga, fungsi terkait dan aparat penegak hukum untuk menginvestigasi penyebab terjadinya insiden Jumat malam kemarin.
"Kami akan melakukan evaluasi dan merefleksi menyeluruh di internal demi menghindari kejadian serupa terulang," ungkap Nicke.
Baca Juga: Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, 13 Meninggal dan 49 Luka-luka
Pertamina juga memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap aman dengan back up supply dari terminal terdekat yaitu Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Gerem, Cikampek, dan TBBM Ujung Berung.
Pasokan BBM juga diamankan melalui dukungan dari Kilang Cilacap dan Balongan yang disalurkan lewat laut ke TBBM Tanjung Priuk.
Sebelumnya kepastian pasokan BBM juga disampaikan Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan.
Eko mengatakan, untuk menjamin pasokan tetap lancar, Pertamina mengandalkan support dari beberapa TBBM lainnya.
“Terkait dengan suplai BBM wilayah Jakarta, Pertamina menjamin ketersediaan dengan di support dari TBBM Tanjung Gerem, Cikampek, Ujung Berung, dan TBBM Balongan, Padalarang,” kata Eko dalam pernyataan resminya, Jumat (4/3/2023) malam.
Baca Juga: PPATK Sebut Ada Indikasi Pencucian Uang di Rekening Rafael Alun
Menurutnya, Pertamina telah menyiapkan skenario RAE (regular, alternatif dan emergency). Skenario RAE ini merupakan upaya pengganti suplai BBM yang terkendala akibat kebakaran di Depo Plumpang.
Eko mengungkapkan, Pertamina masih fokus pada penanganan kebakaran dan melakukan evakuasi terhadap pekerja maupun warga di sekitar lokasi, ke area yang lebih aman.
Artikel Terkait
Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, 13 Meninggal dan 49 Luka-luka