Jakarta, tinjauindonesia.id - Gula merupakan asupan yang mungkin terasa sulit untuk kita hindari. Sebab, sebagian besar dari makanan yang kita konsumsi mengandung gula.
Dilansir dari tinjau.id, apa yang akan terjadi pada tubuh kita bila kita dapat menghindari asupan gula dalam keseharian?
Meskipun gula berperan sebagai bahan bakar energi dan bisa meningkatkan suasana hati, namun ketika kita konsumsi berlebihan akan ada efek samping yang merugikan tubuh.
Mulai dari sakit kepala, gangguan energi, tidak seimbangnya hormon dan meningkatkan risiko penyakit kronis. Maka dari itu, asupan gula ini tidak berlebihan dan kita bisa memulai kebiasaan ini dengan mengurangi gula dalam keseharian.
Jumlah asupan gula yang perlu dibatasi menurut pakar kesehatan adalah gula olahan atau tambahan yang disebut sebagai gula rafinasi.
Satu hal yang perlu diperhatikan bahwa gula olahan berbeda dengan gula alami yang terdapat pada buah, madu, hingga susu tanpa pemanis.
Gula rafinasi atau biasa kita kenal sebagai sukrosa diproses sedemikian rupa dan biasanya terbuat dari tebu.
Jenis gula yang satu ini memiliki kalori yang tinggi dan kandungan gizinya lebih rendah.
Seperti yang terdapat pada minuman ringan, minuman kemasan, roti, camilan manis, teh atau kopi dengan gula, biskuit, dessert, hingga sejumlah makanan olahan lainnya.
Berbeda dengan gula alami yang mengandung vitamin dan mineral di dalamnya.
Ketika mengurangi asupan gula rafinasi, terdapat beberapa hal yang akan terjadi pada tubuh.
1. Suasana hati menjadi lebih baik
Efek gula di dalam tubuh dapat melepaskan perasaan nyaman karena dapat memicu produksi dopamin dan serotonin di otak.
Jika mulai berhenti atau memangkas asupan gula harian, maka tubuh akan mengalami sejumlah hal yang tidak menyenangkan di tubuh dan otak.
Suasana hati dapat berubah menjadi buruk, lebih cepat marah dan tersinggung.