Pola makan setiap orang akan terlihat berbeda, dan penting untuk selalu mengetahui kebutuhan nutrisi tubuh Anda. Tetapi jika Anda secara khusus sedang merencanakan kehamilan, hindari makanan dan minuman berikut.
Jakarta, tinjauindonesia.id - Berikut adalah asupan yang harus Anda hindari ketika tengah merencakanan kehamilan.
Kafein
Menurut penelitian Harvard, beberapa cangkir kopi atau teh sehari tidak banyak berpengaruh pada masalah ovulasi—namun bisa menyebabkan dehidrasi.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga merekomendasikan agar ibu hamil membatasi asupan kafein secara keseluruhan (baik dari kopi, minuman berenergi, teh, atau bahkan cokelat) hingga di bawah 200 miligram per hari.
Sebagai gantinya, pertimbangkan untuk mengganti beberapa kafein harian Anda dengan teh herbal. Misalnya, sebuah studi di Nutrisi menemukan bahwa teh hijau dapat membantu meningkatkan kesuburan. Meskipun teh hijau tidak sepenuhnya bebas kafein (secangkir teh hijau seduh 8 ons rata-rata mengandung antara 30–50 mg kafein), teh hijau mengandung kafein kurang dari secangkir kopi atau teh hitam seduh yang setara. Pilihan minuman rendah hingga tanpa kafein lainnya termasuk minuman herbal seperti teh kamomil, kembang sepatu, dan jahe.
Alkohol
Kebanyakan ahli merekomendasikan agar pasangan yang ingin hamil menghindari alkohol. Tidak hanya dapat menyebabkan dehidrasi, tetapi konsumsi alkohol dalam jumlah tinggi) telah dikaitkan dengan penurunan kesuburan.
Penting juga untuk dicatat bahwa manfaat pantang tidak hanya berlaku untuk pasangan yang sedang hamil; sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health menegaskan bahwa penggunaan alkohol dapat merusak kesehatan sperma dan mungkin juga memiliki efek jangka panjang pada janin. Intinya? Jika Anda ingin hamil, sebaiknya Anda dan pasangan membatasi alkohol untuk saat ini.
Minuman manis dan pemanis olahan
Meskipun penting untuk menjalani kehidupan yang seimbang dengan camilan sesekali, jika Anda memiliki masalah dengan kadar gula darah yang tidak stabil (misalnya, jika Anda menderita diabetes atau PCOS), mungkin ada baiknya untuk tetap menggunakan pemanis yang tidak diproses untuk membantu meningkatkan kesuburan. Dosis terkonsentrasi dari makanan manis dapat membuat gula darah Anda benar-benar rusak, menciptakan masalah dengan insulin dan keseimbangan hormon Anda secara umum.