Menopause yang terjadi antara usia 40 dan 45 tahun disebut menopause dini. Sekitar 5% wanita secara alami mengalami menopause dini. Mengapa menopause dini dapat terjadi?
Jakarta, tinjauindonesia.id - Menopause dini atau prematur terjadi ketika ovarium berhenti memproduksi hormon dan menstruasi berhenti pada waktu tang lebih cepat dari biasanya. Hal tersebut dapat terjadi secara alami atau karena alasan medis, seperti ketika kedua ovarium diangkat dalam histerektomi.
Menopause dini dan prematur dapat memiliki penyebab yang sama. Satu-satunya perbedaan adalah usia di mana menopause terjadi. Menopause yang terjadi sebelum usia 45 tahun disebut menopause dini. Sedangkan, menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun disebut menopause prematur. Wanita yang telah mengalami menopause dini atau prematur tidak bisa hamil. Menopause dini atau prematur dapat terjadi dengan sendirinya tanpa alasan yang jelas, atau dapat terjadi karena operasi, obat-obatan, atau kondisi kesehatan tertentu. Penyebab menopause dini atau prematur dapat meliputi:
Sejarah keluarga. Wanita dengan riwayat keluarga menopause dini atau prematur lebih cenderung mengalami menopause dini atau prematur.
Merokok. Wanita yang merokok dapat mengalami menopause dua tahun lebih awal dari yang bukan perokok. Mereka mungkin juga mengalami gejala menopause yang lebih berat. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengalami menopause dini atau prematur dan merokok, meninggal sekitar dua tahun lebih awal daripada wanita yang tidak merokok.
Perawatan kemoterapi atau radiasi panggul untuk kanker. Perawatan ini dapat merusak ovarium Anda dan menyebabkan menstruasi Anda berhenti selamanya atau juga sementara. Anda juga mungkin akan kesulitan hamil atau tidak bisa hamil lagi. Tidak semua wanita yang menjalani kemoterapi atau radiasi akan mengalami menopause. Semakin muda seorang wanita pada saat kemoterapi atau radiasi, semakin kecil kemungkinan dia mengalami menopause.
Baca Juga: Belajar dari Belle, Putri Disney dari Prancis
Pembedahan untuk mengangkat ovarium. Operasi pengangkatan kedua indung telur, yang disebut ooforektomi bilateral dapat langsung menyebabkan gejala menopause. Menstruasi Anda akan berhenti setelah operasi ini, dan kadar hormon Anda akan turun dengan cepat. Anda mungkin mengalami gejala menopause yang kuat, seperti hot flashes dan berkurangnya hasrat seksual.
Pembedahan untuk mengangkat rahim. Beberapa wanita yang menjalani histerektomi atau pengangkatan rahim, dapat mempertahankan indung telurnya. Jika ini terjadi, Anda tidak akan mengalami menstruasi lagi, dan Anda tidak bisa hamil. Tetapi Anda mungkin tidak akan langsung mengalami menopause karena indung telur Anda akan terus memproduksi hormon. Kemudian, Anda mengalami menopause alami satu atau dua tahun lebih awal dari yang diperkirakan.
Kondisi kesehatan tertentu:
Penyakit autoimun, seperti penyakit tiroid dan rheumatoid arthritis. Meski jarang, sistem kekebalan tubuh, yang biasanya melawan penyakit, bisa keliru menyerang indung telur dan mencegahnya membuat hormon.
Kromosom yang hilang. Wanita yang lahir dengan kromosom yang hilang atau masalah dengan kromosom dapat mengalami menopause dini. Misalnya, wanita dengan kondisi yang disebut sindrom Turner dilahirkan tanpa semua atau sebagian dari satu kromosom X, sehingga ovarium mereka tidak terbentuk secara normal saat lahir dan siklus menstruasi mereka, termasuk masa menjelang menopause, mungkin tidak normal.
Sindrom kelelahan kronis. Wanita dengan myalgic encephalomyelitis/sindrom kelelahan kronis (ME/CFS) mengalami kelelahan yang ekstrem, kelemahan, nyeri otot dan persendian, kehilangan ingatan, sakit kepala, tidur yang tidak menyegarkan, dan gejala lainnya. Penelitian telah menemukan bahwa wanita dengan ME/CFS lebih cenderung mengalami menopause dini atau prematur.
Artikel Terkait
Kenali 5 Tanda Menopause