Menopause adalah kondisi berakhirnya siklus menstruasi. Biasanya terjadi ketika Anda tidak lagi menstruasi selama 12 bulan. Kenali tanda Anda tengah memasuki masa menopause.
Jakarta, tinjauindonesia.id - Menopause adalah fase berhentinya menstruasi pada wanita. Wanita memiliki tanda atau gejala yang berbeda-beda terkait fase atau usia menopause. Hal ini disebabkan karena perbedaan kadar estrogen dalam tubuh wanita. Banyak wanita yang mengalami gejala ringan terkait munculnya usia menopause. Berikut 5 di antaranya.
1. Perubahan siklus menstruasi
Salah satu tanda paling awal Anda mungkin mengalami perimenopause adalah jeda antar periode menstruasi mungkin menjadi lebih pendek atau lebih lama. Hal ini karena penurunan estrogen secara bertahap berdampak pada ovulasi, yang berarti bahwa waktu antar periode menstruasi dapat berfluktuasi. Menurut Mayo Clinic, jarak 60 hari atau lebih antarperiode menunjukkan bahwa Anda kemungkinan berada di masa akhir perimenopause.
2. Sulit tidur
Anda mengalami kesulitan tidur. Entah itu bangun terus-menerus di malam hari atau tidak bisa tidur. Bersamaan dengan gangguan tidur, muncul kabut otak, karena jika Anda tidak tidur, Anda cenderung kesulitan berpikir jernih. Anda mungkin juga mulai merasa lebih lelah dan sering murung.
Baca Juga: Belajar dari Belle, Putri Disney dari Prancis
3. Kekeringan vagina
Salah satu gejala yang hampir universal adalah vagina kering dan gatal pada vulva. Wanita juga mungkin menderita lebih banyak infeksi saluran kemih atau inkontinensia selama periode waktu menopause karena perubahan pada jaringan di area tersebut.
4. Sering Berkeringat dan Mengalami Hot Flashes
Rasa panas dan sering berkeringat secara tiba-tiba tanpa ada alasan yang jelas juga menjadi tanda memasuki masa menopause. Biasa disebut hot flashes, rasa panas terjadi pada bagian atau seluruh tubuh, wajah, leher, dada, hingga merubah warna kulit menjadi kemerahan dan berkeringat. Pada beberapa kasus, rasa panas juga disertai detak jantung yang berdebar-debar. Ada yang merasakannya sebentar, lama, ringan, atau bisa parah. Ada juga yang kerap mengalaminya hingga beberapa tahun setelah menopause.