Pilot Susi Air Philip Merthens Disandera KKB, Pemerintah Berupaya Membebaskan

photo author
Michael Carlos Kodoati, Tinjau Indonesia
- Rabu, 15 Februari 2023 | 09:46 WIB
Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens (2 berdiri dari kiri), WNA Selandia Baru yang disandera separatis Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka yang dipimpin Egianus Kogoya. (Dokumen TPNPB-OPM)
Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens (2 berdiri dari kiri), WNA Selandia Baru yang disandera separatis Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka yang dipimpin Egianus Kogoya. (Dokumen TPNPB-OPM)

Jakarta, tinjauindonesia.id - Beredar foto-foto penampakan Pilot Susi Air Philip Merthens yang berkebangsaan Selandia Baru itu bersama  kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan kubu Kogoya di suatu wilayah di Papua.

Foto-foto Pilot Susi Air Philip bersama anggota KKB tersebut dirilis oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka, yang disebutnya sebagai tahanan politik.

Dalam foto-foto itu Pilot Susi Air Philip tampak sehat. Dia  mengenakan kaos hitam bertuliskan Papua Merdeka, jaket jeans, celana pendek serta topi bersama salah satu anggota KKB.

Dalam foto-foto lainnya Philip tampak berdiri dengan sekitar 11 KKB yang bersenjata modern dan tradisional. Begitu juga dia  dikelilingi beberapa anggota KKB dengan bendera Bintang Kejora di tengahnya.

Baca Juga: TNI Diminta Segera Bebaskan Pilot Susi Air

Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD menyebutkan pilot Susi Air yang hilang pasca insiden pembakaran pesawat di Papua, saat ini disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Pilot Susi Air  Philip Merthens sampai hari ini masih disandera oleh sekelompok KKB di Papua dan belum dilepas," ujar  Mahfud kepada awak media, Selasa (14/2/2023) kemarin.

Mahfud mengatakan, pemerintah sedang berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan penyelamatan terhadap pilot Susi Air dengan pendekatan yang sifatnya persuasif.

Baca Juga: Tim Gabungan TNI-Polri Cari Keberadaan Pilot Susi Air

Hal tersebut karena lebih mengutamakan keselamatan sandera sang pilot.

“Pemerintah  terus melakukan komunikasi dengan pemerintah Selandia Baru untuk memantau dan mengakselerasi penanganan pembebasan sandera Philips Mark Merthens,” jelasnya.

“Penyanderaan warga sipil, penyanderaan warga sipil, dengan alasan apa pun tidak dapat diterima,” tandansya.

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Michael Carlos Kodoati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

THR Bagi ASN Cair 4 April

Sabtu, 1 April 2023 | 12:04 WIB

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2 Km

Rabu, 29 Maret 2023 | 11:29 WIB

Polri Akan Gelar Operasi Ketupat H-7 Lebaran

Sabtu, 25 Maret 2023 | 13:23 WIB

Terpopuler

X