Jakarta, tinjauindonesia.id - Jumlah korban jiwa akibat gempa dahsyat dengan magnitudo 7,8 yang melanda Turkiye dan Suriah, Senin (6/2/2023) lalu terus bertambah.
Laporan terkini menyebutkan, jumlah korban tewas akibat gempa di Turkiye dan Suriah, sudah mencapai 41.232 jiwa.
Jumlah korban tewas di Turkiye itu dilaporkan oleh Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan dalam pidato televisi di Ankara.
Jumlah korban tersebut masih dapat bertambah, mengingat proses evakuasi korban masih terus dilakukan, meski tidak semasif sepekan pertama setelah gempa.
Baca Juga: BMKG Prediksi Sebagian Jakarta Akan Diguyur Hujan Siang Ini
Bencana tersebut juga merusak kota-kota di kedua negara. Membuat banyak orang yang selamat kehilangan tempat tinggal di tengah suhu musim dingin yang hampir membeku.
Pasca delapan hari gempa di Turkiye, petugas gabungan berhasil menyelamatkan sembilan orang di Turkiye pada Selasa (14/2/2023) waktu setempat,
Erdogan menuturkan, adanya sejumlah masalah dalam tanggap awal terhadap gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,8 itu. Saat ini situasinya sudah terkendali.
“Kami menghadapi salah satu bencana alam terbesar tidak hanya di negara kami tetapi juga dalam sejarah kemanusiaan,” ungkap Erdogan.
Artikel Terkait
Pemerintah Kirim 6,8 Ton Logistik Kesehatan untuk Korban Gempa Turkiye
Dubes Indonesia untuk Turkiye: Tim Penolong Masih Menyelamatkan Warga dari Reruntuhan
Percepat Penanganan, Indonesia Kirim Bantuan Tahap Kedua ke Turkiye