“Alhamdulillah ada keringanan dengan adanya operasi ini. Semoga bisa terus stabil bertahan di harga ini,” tuturnya.
Hema, seorang pembeli asal Sidoarjo menuturkan bahwa operasi pasar semacam ini sangat membantu masyarakat. Adanya stok beras menurutnya menjadi penting, karena walau harga naik, masyarakat akan tetap membeli karena merupakan kebutuhan pokok.
Baca Juga: Melihat Keseruan Happy Cap Go Meh di Mal Ciputra Jakarta
Di tempat terpisah, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga menggelar operasi pasar beras murah di sejumlah lokasi. “Khususnya untuk bahan pokok beras. Hari ini operasi pasar ada di empat lokasi. Yakni Pasar Tambah Rejo, Pasar Pucang, Pasar Wonokromo dan Pasar Genteng,” kata Kadis Kopdag Kota Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos.
Selain di pasar tradisional, Yos menyebut, pada 4 Februari 2023, operasi pasar juga berlangsung di tiga wilayah kecamatan. Yakni, di wilayah Kecamatan Tandes, Sawahan, dan Kecamatan Pabean Cantian.
Untuk 5 Februari 2023, operasi pasar berlangsung di Pasar Soponyono, Pasar Kembang, Pasar Pegirian, Pasar Sememi Baru, dan Pasar Kutisari.
“Harga beras berkisar antara Rp 43.000 – 46.000 per ukuran 5 kilogram. Kita masih menunggu stok dari teman-teman Bulog,” ungkap Yos.
Baca Juga: Senin Pagi yang Keos di Stasiun Manggarai
Pantauan jurnalis tinju.id Jawa Timur, Fredericus Hardiyanto, operasi pasar Di Pasar Tambah Rejo sangat ramai. Sebanyak 1 ton beras ludes dalam waktu 1 jam.
Warga boleh membeli maksimal 10 kilogram atau ukuran 5 kilogram per karungnya.
Irma Herawati, warga Tambaksari mengaku terbantu dengan keberadaan operasi pasar.
“Memperingan warga. Kan harga beras mahal sekarang, ada yang Rp13.000, ada yang Rp12,500 per kilogramnya. Ini tadi kalau dihitung tidak sampai Rp10 ribu per kilogramnya,” katanya.