Ini adalah kegiatan membuat sesajen untuk Bhuta Kala (hal-hal negatif) agar nantinya tidak mengganggu kehidupan manusia.
3. Pengerupukan
Upacara Pengerupukan sesaat setelah mecaru. Yaitu dengan membuat obor di lingkungan rumah, menaburi pekarangan dengan mesiu. Dan membunyikan atau memukul benda-benda seperti kentongan untuk menghasilkan suara ramai dan gaduh.
Ini bertujuan untuk mengusir Bhuta Kala dari rumah dan lingkungan sekitar.
Selanjutnya, melaksanakan arakan ogoh-ogoh yang keliling desa kemudian membakarnya sebagai perwujudan dari melenyapkan Bhuta Kala atau sifat-sifat jahat dari kehidupan manusia.
4. Nyepi
Baca Juga: Lebih dari 100 Orang Tewas saat Badai Freddy kembali ke Mozambik dan Malawi
Barulah pada keesokan harinya upacara Nyepi dengan berdiam diri di rumah.
Pada momen ini umat Hindu tidak boleh menyalakan api (amati geni) , tidak melakukan kegiatan fisik (amati karya). Tidak bepergian (amati kelingan) , dan tidak bersenang-senang atau hiburan (amati lelanguan).
Peringatan Nyepi bermakna dalam kesenyapan. Manusia harus mawas diri, menyatukan pikiran, cipta, rasa dan karsa untuk menemukan hakikat keberadaan diri dan inti sari kehidupan manusia.
Dengan demikian siap untuk menghadapi tahun baru dengan semangat dan kondisi baru.
5. Ngembak Geni
Rangkaian terakhir dari acara perayaan tahun baru Saka adalah Ngembak Geni. Yakni sehari setelah Nyepi.
Pada tahapan ini dilakukan dengan mengadakan kunjungan antarkeluarga maupun tetangga dan teman. Tujuannya untuk mempererat tali persaudaraan dan saling memaafkan satu sama lain.
Baca Juga: Asma Sering Kambuh, Ini Faktor Pencetusnya