Lebih dari 100 Orang Tewas saat Badai Freddy kembali ke Mozambik dan Malawi

photo author
Michael Carlos Kodoati, Tinjau Indonesia
- Kamis, 16 Maret 2023 | 16:21 WIB
Badai Topan Freddy di Malawi I Foto: YCC
Badai Topan Freddy di Malawi I Foto: YCC

 

Badai Topan Freddy, yang membawa angin kencang dan hujan lebat, menewaskan banyak orang di Malawi dan Mozambik. Badai ini adalah salah satu badai terkuat di bagian selatan bumi.

Jakarta, tinjauindonesia.id - Salah satu badai terkuat yang tercatat di wilayah belahan bumi selatan melanda untuk kedua kalinya dalam sebulan. Mozambik dan Malawi terkena Badai Tropis Freddy pada 13/03/23, yang menewaskan lebih dari 100 orang, melukai banyak orang, dan meninggalkan jejak kehancuran saat melanda Afrika bagian selatan untuk kedua kalinya dalam sebulan selama akhir pekan.

Badai Freddy adalah salah satu badai terkuat yang pernah tercatat di belahan bumi selatan dan bisa menjadi siklon tropis terlama, menurut Organisasi Meteorologi Dunia.

Topan itu menerjang Mozambik tengah pada Sabtu, merobek atap bangunan dan membawa banjir yang meluas di sekitar pelabuhan Quelimane, sebelum bergerak ke pedalaman menuju Malawi dengan hujan lebat yang menyebabkan tanah longsor. Tingkat kerusakan dan korban jiwa secara keseluruhan di Mozambik khususnya belum jelas, karena catu daya dan sinyal telepon terputus di beberapa bagian daerah yang terkena dampak.

Badai tersebut telah menewaskan 99 orang di Malawi. Jumlah total yang tewas akibat Badai Freddy di Mozambik, Malawi, dan Madagaskar sejak pertama kali mendarat bulan lalu sekarang menjadi sekitar 136 orang. Banyak sekali korban luka. Luka-luka itu akibat pohon tumbang, tanah longsor dan banjir bandang.

Mozambik telah mengalami curah hujan lebih dari satu tahun dalam empat minggu terakhir.

Malawi sedang berjuang melawan wabah kolera paling mematikan dalam sejarahnya, dan badan-badan PBB telah memperingatkan situasinya sekarang bisa menjadi lebih buruk.

Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim yang didorong oleh bahan bakar fosil membuat badai tropis semakin kuat, karena lautan menyerap panas dari emisi gas rumah kaca dan ketika air laut yang hangat menguap, energi panas dipindahkan ke atmosfer.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Michael Carlos Kodoati

Tags

Rekomendasi

Terkini

Paus Fransiskus Mulai Pulih dari Sakit

Jumat, 31 Maret 2023 | 13:51 WIB

Biografi Hellen Keller

Kamis, 23 Maret 2023 | 17:26 WIB

23 Maret: Hari Meteorologi Dunia

Kamis, 23 Maret 2023 | 15:24 WIB

22 Maret, Hari Air Sedunia

Rabu, 22 Maret 2023 | 17:34 WIB

21 Fakta Menarik Tentang Pegunungan Alpen

Senin, 20 Maret 2023 | 15:33 WIB

Kutipan Cemerlang Dari Albert Einstein

Kamis, 16 Maret 2023 | 11:49 WIB

Fakta Tentang Planet Venus

Minggu, 12 Maret 2023 | 08:10 WIB

Suku Aborigin, Penduduk Asli Australia

Kamis, 9 Maret 2023 | 22:03 WIB

Mengenal Planet Jupiter Lebih Dekat

Kamis, 9 Maret 2023 | 21:39 WIB

Sosok Inspiratif: Maria Montessori

Rabu, 8 Maret 2023 | 16:53 WIB

Hari Perempuan Internasional

Rabu, 8 Maret 2023 | 16:39 WIB

Simak Ini Sebelum Anda Liburan ke Roma!

Selasa, 28 Februari 2023 | 11:22 WIB

Fakta Menarik tentang Paris

Selasa, 28 Februari 2023 | 10:40 WIB

Terpopuler

X