Badai Topan Freddy, yang membawa angin kencang dan hujan lebat, menewaskan banyak orang di Malawi dan Mozambik. Badai ini adalah salah satu badai terkuat di bagian selatan bumi.
Jakarta, tinjauindonesia.id - Salah satu badai terkuat yang tercatat di wilayah belahan bumi selatan melanda untuk kedua kalinya dalam sebulan. Mozambik dan Malawi terkena Badai Tropis Freddy pada 13/03/23, yang menewaskan lebih dari 100 orang, melukai banyak orang, dan meninggalkan jejak kehancuran saat melanda Afrika bagian selatan untuk kedua kalinya dalam sebulan selama akhir pekan.
Badai Freddy adalah salah satu badai terkuat yang pernah tercatat di belahan bumi selatan dan bisa menjadi siklon tropis terlama, menurut Organisasi Meteorologi Dunia.
Topan itu menerjang Mozambik tengah pada Sabtu, merobek atap bangunan dan membawa banjir yang meluas di sekitar pelabuhan Quelimane, sebelum bergerak ke pedalaman menuju Malawi dengan hujan lebat yang menyebabkan tanah longsor. Tingkat kerusakan dan korban jiwa secara keseluruhan di Mozambik khususnya belum jelas, karena catu daya dan sinyal telepon terputus di beberapa bagian daerah yang terkena dampak.
Badai tersebut telah menewaskan 99 orang di Malawi. Jumlah total yang tewas akibat Badai Freddy di Mozambik, Malawi, dan Madagaskar sejak pertama kali mendarat bulan lalu sekarang menjadi sekitar 136 orang. Banyak sekali korban luka. Luka-luka itu akibat pohon tumbang, tanah longsor dan banjir bandang.
Mozambik telah mengalami curah hujan lebih dari satu tahun dalam empat minggu terakhir.
Malawi sedang berjuang melawan wabah kolera paling mematikan dalam sejarahnya, dan badan-badan PBB telah memperingatkan situasinya sekarang bisa menjadi lebih buruk.
Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim yang didorong oleh bahan bakar fosil membuat badai tropis semakin kuat, karena lautan menyerap panas dari emisi gas rumah kaca dan ketika air laut yang hangat menguap, energi panas dipindahkan ke atmosfer.