Pernahkah Anda mendengar tentang kerajaan Buddha kuno di Indonesia? Kerajaan Buddha kuno di Indonesia merupakan bagian dari sejarah Indonesia yang menarik untuk kita ketahui.
Jakarta, tinjauindonesia.id - Sebagian besar kerajaan Buddha kuno di Indonesia meninggalkan banyak bukti, seperti prasasti, bangunan, candi, budaya, dan tradisi. Sebagian besar dari mereka menjadi pengaruh terbesar pada budaya dan tradisi Indonesia yang ada hingga saat ini.
Berbicara tentang kerajaan-kerajaan Buddha kuno di Indonesia, berikut kami sajikan beberapa di antaranya pada daftar di bawah ini.
Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan Buddha kuno di Indonesia yang begitu terkenal dengan penaklukan terbesarnya. Sejarah mencatat bahwa kerajaan ini memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke Kamboja dan Thailand Selatan.
Kerajaan-kerajaan Sriwijaya sangat terkenal dengan angkatan lautnya sehingga kerajaan-kerajaan tersebut dapat dengan mudah ditaklukkan di wilayah yang lebih luas. Didirikan sekitar abad VII dan mencapai puncak kejayaannya sekitar abad IX pada masa pemerintahan raja Balaputradewa.
Kerajaan Sriwijaya bukan hanya kerajaan Buddha yang paling kuat tetapi juga kerajaan Buddha paling kuno di Indonesia. Sebagai kerajaan tertua, banyak sekali perubahan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia sampai sekarang.
Kerajaan Kalingga
Kerajaan Kalingga adalah salah satu kerajaan Buddha kuno di Indonesia yang begitu populer di sekitar sejarah Jawa. Kerajaan ini didirikan sekitar abad VI oleh Dapunta Syailendra.
Kerajaan Kalingga mencapai puncak kejayaannya di bawah pemerintahan Ratu Shima, wanita pertama yang memiliki penguasa besar untuk memimpin kerajaan kuno di Indonesia. Ratu sangat populer karena membawa keadilan dan memberikan konsekuensi yang mengerikan bagi mereka yang melanggar aturan.
Kerajaan Kalingga jatuh pada sekitar abad VII akibat perang terhadap Rakai Mataram. Meski begitu, kerajaan ini meninggalkan begitu banyak bukti keberadaannya, seperti prasasti Tuk Mas, prasasti Sojomerto, candi Bubrah, dan candi-candi khas Buddha lainnya di Indonesia.