Program pelatihan hidroponik masyarakat di sekitar IKN mulai membuahkan hasil positif. Ratusan warga Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara,meraup cuan jutaan rupiah dari program itu.
Kalimantan, tinjauindonesia.id – Program pelatihan hidroponik yang merupakan salah satu program pengembangan skill masyarakat telah berlangsung sejak tahun 2022 lalu.
Program itu merupakan kerja sama antara Badan Otorita IKN bersama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, yang melibatkan lebih dari 200 masyarakat di sekitar kawasan IKN.
Salah satunya program pelatihan hidroponik di Desa Suka Raja Kecamatan Sepaku berhasil mendongkrak penghasilan masyarakat dalam kurun waktu sebulan terakhir.
Salah satu peserta, Sri Sudarwati (47) mengatakan awalnya ia sempat ragu untuk mengikuti program pelatihan hidroponik itu.
Pasalnya, ia khawatir tak bisa membagi waktunya sebagai salah satu tenaga honorer di lingkungan Pemkab Kutai Kartanegara.
Namun, setelah ia mengikuti pelatihan itu, dan mulai menerapkan ilmunya. Kini Sri justru mulai merasakan manfaat positif dari kebun hidroponik di lahan depan rumahnya.
“Iya awalnya sih ragu. Karena kan saya juga kerja di Pemkab Kutai Kartanegara. Saya takut tidak bisa membagi waktu. Tapi, karena terdorong rasa penasaran, ya sudah saya coba ikuti. Kemudian saya terapkan,” kata Sri Sudarwati, Minggu (5/3/23) lalu.
Menurutnya, kini dari hasil kebun hidroponik miliknya, ia berhasil meraup cuan hingga Rp 4 juta sekali panen.
Hasil itu ia peroleh dari menanam pakcoy dan selada di kebun hidroponik sederhana di halaman rumahnya.
“Alhamdulillah, sekarang saya bisa dapat Rp 4 juta-an untuk sekali panen dari tanaman pakcoy dan daun selada hidroponik ini,” imbuhnya.
Permintaan Sayur Hidroponik Meningkat
Saat ini, para petani hidroponik yang tergabung dalam kelompok hidroponik Nusantara, bisa memasarkan langsung hasil panennya ke Pasar Sepaku.
Bahkan, tak jarang, mereka harus memenuhi tingginya permintaan sayur dari Kota Balikpapan, yang hingga kini terus meningkat.
“Kalau untuk pemasaran, kita cuma pasarkan di Pasar Sepaku sini saja. Namun kadang ada juga permintaan dari Kota Balikpapan,” katanya.