Mendapat arahan dari Presiden Jokowi dalam penanganan stunting akibat kekurangan gizi, Jajaran Polresta Bogor Kota menyambangi sejumlah kantor kelurahan dengan membagikan telur dan beras.
Bogor, tinjauindonesia.id – Polresta Bogor Kota ikut melakukan penanganan stunting melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dari satu wilayah ke wilayah lain.
“Penanganan stunting di Kota Bogor ini kita agendakan secara rutin dan berkelanjutan. Kemarin di Kantor Kelurahan Tegallega, Komplek Baranangsiang Bogor. Hari ini di Kantor Kelurahan Ciparigi Kecamatan Bogor Utara,” ungkap Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso, Rabu (1/3/23).
Menurut Bismo, penanganan stunting merupakan program pemerintah serta arahan Presiden, Kapolri, dan Kapolda Jawa Barat. Kegiatan ini untuk memantau dan mendukung tumbuh kembang bayi dan kondisi ibu.
“Hari ini kita melakukan edukasi dan sosialisasi pencegahan stunting kepada 20 orang, memberikan edukasi dalam menjaga kesehatan program hamil dan kesehatan bayi,” jelas Bismo.
Bismo mengatakan, stunting harus menjadi perhatian bersama. Jika tidak segera menanganinya akan berdampak pada masa depan anak lantaran pertumbuhannya terganggu.
“Harus waspada karena keterlambatan pertumbuhan anak bisa terjadi pada sejak masih dalam kandungan,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Bismo berkenan memberikan bantuan satu peti telur dan 20 karung beras, serta biskuit untuk balita.
Baca Juga: Memahami Anak Anda dengan Lebih Baik
Bergerak Bersama Mengatasi Stunting
Sebelumnya, angka stunting di Kota Bogor mengalami kenaikan. Dalam kurun dua tahun terakhir, dari sebelumnya 16% kini naik menjadi 18,7%.
Hal itu diakui Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Ia mengaku telah melakukan langkah cepat dan memastikan semua elemen bergerak bersama masyarakat hingga rumah tangga untuk menekan angka stunting.
“Mulai dari pendampingan keluarga, Dasa Wisma, Meja Enam-Meja Tujuh Posyandu dengan strategi intervensi spesifik, sensitif, dan edukasi bersama Forkominda. Semua akan turun melakukan pemetaan,” kata Bima Arya,.
Bima Arya juga mengatakan, telah meminta Dinas Pertanian agar berada di garda terdepan untuk memfasilitasi kebutuhan pangan bagi yang beresiko stunting.
“Seperti misalnya suplai sayuran, buah-buahan, dan juga hasil ternak atau daging yang terjangkau dan murah. Kemudian dengan Kemenag, kami fokus untuk mengedukasi pasangan yang baru menikah. Jadi kami bergerak cepat memobilisasi semua elemen,” pungkasnya.