Cara Sederhana Mendorong Anak Mengungkapkan Pikirannya

photo author
Michael Carlos Kodoati, Tinjau Indonesia
- Selasa, 7 Maret 2023 | 12:04 WIB
Cara agar anak anda berani menyuarakan pikirannya I Foto: Crosswalk.com
Cara agar anak anda berani menyuarakan pikirannya I Foto: Crosswalk.com

Berharap untuk membesarkan anak asertif yang tidak malu menggunakan suaranya? Para ahli menawarkan cara-cara kecil untuk membantu membangun rasa percaya diri anak Anda sehingga mereka merasa berdaya untuk mengutarakan pikirannya.

Jakarta, tinjauindonesia.id - Mengajari anak Anda untuk menggunakan suaranya dan bersikap asertif adalah keterampilan hidup penting yang dapat bermanfaat bagi masa depan mereka. Membangun keterampilan ketegasan akan membuat anak Anda kuat untuk dapat merasa didengarkan dan membangun kepercayaan diri saat mereka melakukannya.

Cara Memberdayakan Anak Anda untuk Mengungkapkan Pikirannya

Mengetahui kapan dan bagaimana menggunakan suara kita sendiri memberdayakan siapa saja—termasuk anak-anak—untuk menavigasi dunia dengan percaya diri. Simak cara-cara sederhana yang dapat dilakukan orangtua untuk membantu anak-anak mempelajari keterampilan ini dan merasa diberdayakan untuk menyuarakan pemikirannya seiring pertumbuhan mereka.

 Baca Juga: 3 Manfaat Mengenalkan Teater pada Anak Anda

Biarkan anak Anda menjawab sendiri

Anda bahkan mungkin tidak menyadari bahwa Anda melakukannya, tetapi ketika orang dewasa lain menyapa anak Anda, seperti ketika seorang teman menanyakan kabar mereka, atau ketika pelayan di restoran menanyakan apa yang ingin mereka pesan, biarkan anak berbicara sendiri.

 

Luangkan waktu untuk diskusi yang mendalam

Luangkan waktu setiap hari untuk melakukan percakapan yang mendalam dengan anak-anak Anda. Mungkin saat makan atau jalan-jalan keluarga, bicarakan dengan anak-anak Anda tentang topik yang penting bagi keluarga Anda dan tanyakan pendapat mereka dan tunggu mereka menjawab. Dengarkan pemikiran mereka.

Penting untuk mengajukan pertanyaan terbuka kepada anak Anda tentang topik-topik menarik terkait keseharian mereka. Daripada hanya mengatakan sesuatu seperti, "Wow, keren!" cobalah untuk menggali lebih dalam dan ajukan pertanyaan tentang apa yang mereka katakan. Anda dapat menggunakan pernyataan seperti, "Mama ingin tahu mengapa..." atau "Papa perhatikan kamu terlihat..." Hal ini membuat anak Anda berpikir dan mulai lebih terbuka.

 

Cobalah untuk tidak menghakimi mereka

Ketika anak mencoba mengangkat suatu topik, orangtua dapat mendengarkan tanpa menghakimi. Jangan anjukan pertanyaan yang dapat memprovokasi anak untuk membela diri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Michael Carlos Kodoati

Tags

Rekomendasi

Terkini

Seberapa Sering Bayi Baru Lahir Harus Mandi?

Selasa, 21 Maret 2023 | 14:48 WIB

Kapan Anak Mulai Boleh Mandi Sendiri?

Senin, 20 Maret 2023 | 15:50 WIB

Kiat untuk Bermeditasi Bagi Para Overthinker

Senin, 20 Maret 2023 | 13:36 WIB

Beberapa Kualitas yang Membentuk Orangtua Hebat

Minggu, 19 Maret 2023 | 09:00 WIB

Resep Mie Gomak Kuah Andaliman

Kamis, 16 Maret 2023 | 17:54 WIB

Cara Mengajarkan Anak Anda Makan Sayuran

Kamis, 16 Maret 2023 | 14:58 WIB

Resep Fettuccine Carbonara

Rabu, 15 Maret 2023 | 18:58 WIB

Lakukan Zero Waste, Akali Stok Sayuran Anda

Rabu, 15 Maret 2023 | 12:55 WIB

Cara Mengurangi Plastik Sekali Pakai

Rabu, 15 Maret 2023 | 12:32 WIB

Perbedaan Vegan dan Vegetarian

Rabu, 15 Maret 2023 | 12:07 WIB

Terpopuler

X