Berharap untuk membesarkan anak asertif yang tidak malu menggunakan suaranya? Para ahli menawarkan cara-cara kecil untuk membantu membangun rasa percaya diri anak Anda sehingga mereka merasa berdaya untuk mengutarakan pikirannya.
Jakarta, tinjauindonesia.id - Mengajari anak Anda untuk menggunakan suaranya dan bersikap asertif adalah keterampilan hidup penting yang dapat bermanfaat bagi masa depan mereka. Membangun keterampilan ketegasan akan membuat anak Anda kuat untuk dapat merasa didengarkan dan membangun kepercayaan diri saat mereka melakukannya.
Cara Memberdayakan Anak Anda untuk Mengungkapkan Pikirannya
Mengetahui kapan dan bagaimana menggunakan suara kita sendiri memberdayakan siapa saja—termasuk anak-anak—untuk menavigasi dunia dengan percaya diri. Simak cara-cara sederhana yang dapat dilakukan orangtua untuk membantu anak-anak mempelajari keterampilan ini dan merasa diberdayakan untuk menyuarakan pemikirannya seiring pertumbuhan mereka.
Baca Juga: 3 Manfaat Mengenalkan Teater pada Anak Anda
Biarkan anak Anda menjawab sendiri
Anda bahkan mungkin tidak menyadari bahwa Anda melakukannya, tetapi ketika orang dewasa lain menyapa anak Anda, seperti ketika seorang teman menanyakan kabar mereka, atau ketika pelayan di restoran menanyakan apa yang ingin mereka pesan, biarkan anak berbicara sendiri.
Luangkan waktu untuk diskusi yang mendalam
Luangkan waktu setiap hari untuk melakukan percakapan yang mendalam dengan anak-anak Anda. Mungkin saat makan atau jalan-jalan keluarga, bicarakan dengan anak-anak Anda tentang topik yang penting bagi keluarga Anda dan tanyakan pendapat mereka dan tunggu mereka menjawab. Dengarkan pemikiran mereka.
Penting untuk mengajukan pertanyaan terbuka kepada anak Anda tentang topik-topik menarik terkait keseharian mereka. Daripada hanya mengatakan sesuatu seperti, "Wow, keren!" cobalah untuk menggali lebih dalam dan ajukan pertanyaan tentang apa yang mereka katakan. Anda dapat menggunakan pernyataan seperti, "Mama ingin tahu mengapa..." atau "Papa perhatikan kamu terlihat..." Hal ini membuat anak Anda berpikir dan mulai lebih terbuka.
Cobalah untuk tidak menghakimi mereka
Ketika anak mencoba mengangkat suatu topik, orangtua dapat mendengarkan tanpa menghakimi. Jangan anjukan pertanyaan yang dapat memprovokasi anak untuk membela diri.