Teater bukan hanya hiburan. Teater adalah kunci untuk anak-anak yang lebih kreatif, lebih komunikatif, dan lebih sehat.
Jakarta, tinjauindonesia.id - Anak-anak yang tergabung dalam kegiatan teater umumnya imajinatif, kolaboratif, dan percaya diri. Mereka adalah pendengar terbaik, rekan tim yang fantastis, pemecah masalah yang cerdas, dan selaras dengan emosi mereka.
Ternyata bukan suatu kebetulan jika anak-anak teater menunjukkan kualitas-kualitas ini. Anak-anak yang berpartisipasi dalam program teater mempelajari keterampilan berharga yang dapat diterapkan pada situasi kehidupan atau bidang profesional apa pun, menjadikan teater pengalaman yang luar biasa bagi anak-anak dari segala usia untuk berpartisipasi.
Berikut tiga manfaat mengenalkan anak Anda pada teater.
Meningkatkan Kreativitas
Teater mengembangkan keterampilan imajinasi. Berbeda dengan realisme televisi atau film, teater membutuhkan sumber daya dan fleksibilitas yang berbeda. Misalnya, di Disney's Frozen, saat Putri Anna membeku, animasi mengubahnya menjadi es, secara harfiah. Dalam versi musikal Broadway, saat Putri Anna membeku, sekelompok aktor berpakaian putih dan perak membuat jembatan manusia bergelombang yang menempel pada Anna dan "membekukan" dia di tempatnya. Tidak mengherankan, penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dengan drama mengarah pada pemikiran dan orisinalitas yang lebih kreatif.
Baca Juga: 3 Cara Mengajari Si Kecil Memperkenalkan Diri
Mengajarkan Kesabaran
Anak-anak yang menghadiri teater langsung belajar kesabaran dan konsentrasi. Berlawanan dengan televisi, yang mengubah gambar setiap tiga sampai empat detik, teater membutuhkan konsentrasi untuk waktu yang lama. Karena teater bersifat komunal, anak-anak dari segala usia juga akan belajar duduk dengan tenang dan menghormati orang lain untuk waktu yang lebih lama.
Mengembangkan Empati
Empati adalah salah satu kualitas manusia kita yang paling berharga dan salah satu yang paling sulit untuk diajarkan. Teater berperan penting dalam mencetak anak-anak yang berempati dengan ketahanan emosi dan dapat mengatur emosi.
Anak-anak yang tergabung dalam kelompok teater dapat mengidentifikasi dengan lebih baik dengan berbagai perspektif, berkat cara aktor mengambil peran dan sutradara menjelaskan perspektif, niat, dan tujuan karakter. Bahkan menyaksikan aktor di atas panggung melakukan ini di ruang bersama membangun keterampilan ini. Saat drama atau musik mengeksplorasi topik yang sulit seperti intimidasi atau pertikaian keluarga, menonton ini memungkinkan anak-anak menemukan emosi yang mungkin tidak mereka alami dalam hidup mereka sendiri, yang mengembangkan empati. Oleh karena itu, anak-anak teater juga dapat mengelola emosi mereka dengan lebih baik dan mengomunikasikan perasaan mereka, yang mengarah ke dialog yang lebih baik dengan teman sebayanya dan lingkungan kelas.