Hamil Anggur terjadi akibat pembuahan yang tidak normal, dan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius jika tidak ditangani dengan benar. Inilah yang perlu diketahui tentang komplikasi kehamilan yang langka.
Jakarta, tinjauindonesia.id - Sebagian besar kehamilan sehat dan berkembang secara normal. Tetapi sekitar 1 dari 1000 kehamilan diperumit oleh suatu kondisi yang disebut mola hidatidosa atau yang biasa kita kenal sebagai “hamil anggur.” Hamil Anggur disebabkan ketika materi genetik di dalam sel telur dan sperma bergabung dengan cara yang tidak seimbang.
Untungnya, hamil anggur jarang berdampak pada kehamilan berikutnya. Inilah yang perlu diketahui tentang penyebab hamil anggur.
Baca Juga: 4 Gejala Kehamilan
Apa itu Hamil Anggur?
Fenomena yang menyebabkan kehamilan anggur terjadi pada awal kehamilan. Hamil anggur terjadi ketika materi genetik dari sel telur dan sperma bergabung secara tidak normal. Hal ini menyebabkan sel-sel yang biasanya membentuk plasenta berkembang secara tidak normal. Ada dua jenis utama kehamilan mola: lengkap dan sebagian:
Pada kehamilan anggur lengkap, plasenta abnormal terbentuk tanpa embrio.
Pada kehamilan anggur parsial, plasenta abnormal terbentuk bersama dengan embrio yang tidak dapat bertahan hidup
Saat hamil anggur berlanjut, plasenta membentuk massa, yang mengambil alih kehamilan. Massa atau tumor ini disebut mola hidatidosa, yang merupakan nama lain kehamilan anggur.
Sebagian besar waktu, kehamilan anggur sembuh sepenuhnya setelah perawatan, tetapi kadang-kadang menjadi invasif atau kanker, oleh karena itu penting agar kehamilan anggur dikeluarkan secara menyeluruh dari tubuh dan tindak lanjut dengan kadar hCG darah dilakukan. Selama masa tindak lanjut ini, penting untuk memeriksa kehamilan, karena kehamilan baru bisa membuat sulit untuk mengetahui apakah kanker sedang terbentuk.
Untungnya, kehamilan anggur jarang terjadi yakni pada setiap 1 dari 1.000 kehamilan.