Mari Elka Pangestu menyelesaikan tugasnya sebagai Direktur Pelaksana, Kebijakan Pembangunan, dan Kemitraan Bank Dunia pada 1 Maret lalu. Tugasnya itu diselesaikan setelah 2 tahun menjabat.
Jakarta, tinjauindonesia.id - Prof. Mari Elka Pangestu, M.Ec., Ph.D adalah wanita Tionghoa-Indonesia pertama yang memegang jabatan sebagai menteri di Indonesia. Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Rosan Roeslani menilai, Mari Elka Pangestu sebagai salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Bank Dunia telah menjalankan peranan yang strategis selama masa baktinya. “Ibu Mari bukan sosok sembarangan di ranah perekonomian nasional. Bagi saya pribadi, Ibu Mari adalah mentor dan sahabat berdiskusi yang luar biasa," pungkasnya, pada Selasa (21/3/23)
Baca Juga: Sidang Isbat Diselenggarakan Sore Ini, Lihat Link Siaran Langsung Di Sini
Mari Elka Pangestu secara teratur memberikan informasi terbaru terkait situasi dunia yang kini penuh isu dan tantangan selama menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Ia juga dinilai banyak mendukung Indonesia di bidang keamanan pangan dan transisi energi, termasuk mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang telah menyiapkan peta jalan untuk ekonomi hijau ke depan.
Lebih lanjut Ia mengungkapkan, dalam kaitan kerja sama dengan pemerintah Indonesia, Bank Dunia juga terus berupaya menghilangkan hambatan dan mengurangi biaya arus barang dalam perdagangan internasional dan domestik. Salah satunya melalui National Logistics Ecosystem (NLE), yaitu sebuah platform yang menghubungkan penawaran dan permintaan logistik untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergi antar Kementerian/Lembaga (K/L). “Kami mengapresiasi warisanmu di Bank Dunia dan berharap yang terbaik bagi usaha Anda di masa depan," kata Rosan.