Pemprov DKI Siap Tanggung Biaya Medis Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

photo author
Michael Carlos Kodoati, Tinjau Indonesia
- Minggu, 5 Maret 2023 | 13:17 WIB
(Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono Mengunjungi Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang } Foto: Istimewa
(Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono Mengunjungi Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang } Foto: Istimewa

Heru Budi Hartono mengatakan pihaknya sudah menyiapkan faskes bagi warga terdampak kebakaran Depo Pertamina Plumpang. Seluruh biaya pengobatan sepenuhnya menjadi tanggungan Pemprov DKI Jakarta.

Jakarta, tinjauindonesia.id – Pemprov DKI Jakarta bersinergi dengan berbagai pihak untuk menangani kebakaran yang terjadi di Depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara pada Jumat malam (3/3/23). Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memastikan Pemprov DKI sudah menyiapkan fasilitas kesehatan (faskes) bagi warga yang terdampak kebakaran. Selain itu juga menanggung biaya pengobatan bagi warga terdampak.

“Kami sudah mempersiapkan semua rumah sakit. Ada 14 (korban) yang berada di RSUD Koja. RS Pelabuhan Jakarta ada 5 (lima), RS Mulyasari sementara masih 15, lalu ada RSUD Tugu Koja menampung 10 pasien. Di RSUD Koja sudah diatasi, seluruh warga terdampak mudah-mudahan kita doakan bisa segera sembuh dan untuk yang kritis semoga bisa melewati masa kritis itu,” ujar Pj. Gubernur Heru, pada Sabtu (4/3/23).

Pj. Gubernur Heru juga menjelaskan, Pemprov DKI akan melihat kondisi kerugian material yang  korban kebakaran alami. Selain itu, Pemprov DKI juga mempersiapkan lokasi yang strategis untuk tempat penampungan sementara dan posko bersama. Bersinergi dengan Kementerian Sosial hingga jajaran Forkopimda DKI Jakarta. Gerak cepat sinergi ini demi mengatasi dan meminimalisir dampak bagi korban kebakaran.

“Kapolda dan seluruh jajaran turun membantu, Pangdam juga turun. Saya ucapkan terima kasih atas sinergi yang selalu ada dalam berbagai hal, termasuk dalam musibah kebakaran ini,” ujar Pj. Gubernur Heru.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan kondisi terkini dari warga yang terdampak kebakaran. Ada warga yang sudah boleh pulang, sebagian masih rawat inap di RSUD Koja, dan sebagian dirujuk ke fasilitas kesehatan milik pemerintah pusat.

Baca Juga: PSSI akan Buat Sistem IT Deteksi Pengaturan Skor

260 personel untuk pemadaman

“Tentu kita lakukan triase prinsip kedaruratan. Ada yang bisa pulang, maupun yang harus rawat inap, serta rujukan apabila luka bakar di atas 80 persen,” terangnya.

“Selain di RSUD Koja dan RSUD Tugu Koja, kita berkoordinasi dengan Rumah Sakit di sekitar lokasi kejadian, seperti RS Mulyasari, RS Pelabuhan, RS Firdaus serta RSCM dan RSPP yang siap menerima rujukan kasus berat. Sedangkan, korban meninggal sebagian besar dirujuk ke Rumah Sakit POLRI Kramat Jati,” imbuh Widyastuti.

Berdasarkan informasi dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, jumlah armada yang turun dalam proses pemadaman kebakaran tersebut sebanyak 52 unit gabungan dan 260 personel. Proses pemadaman berlangsung hampir selama 6 jam yakni, dari pukul 20.22 hingga pukul 02.19 WIB.

“Sejauh ini jumlah korban luka bakar sebanyak 49 orang, terdiri dari 46 orang dewasa dan 3 anak-anak. Sementara itu, jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 13 jiwa. Terdiri dari 10 orang dewasa dan 3 anak-anak,” pungkas Kadis Gulkarmat DKI Jakarta Satriadi Gunawan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Michael Carlos Kodoati

Sumber: tinjau.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

THR Bagi ASN Cair 4 April

Sabtu, 1 April 2023 | 12:04 WIB

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2 Km

Rabu, 29 Maret 2023 | 11:29 WIB

Polri Akan Gelar Operasi Ketupat H-7 Lebaran

Sabtu, 25 Maret 2023 | 13:23 WIB

Terpopuler

X