nusantara

Sejarah Hari Raya Nyepi

Rabu, 22 Maret 2023 | 08:30 WIB
Sejarah Hari Raya Nyepi I Foto: Villa Seminyak

Upacara terakhir yang muncul dari Hari Nyepi dikenal sebagai Ngembak Agni , atau Labuh Brata , yaitu ritual yang dilakukan pada Hari Tahun Baru resmi. Hari terakhir adalah saat Catur Berata Penyepian selesai dan umat Hindu Bali mengunjungi keluarga mereka, bersilaturahmi dengan tetangga dan kerabat untuk meminta maaf.

Sehari setelah Nyepi, yang dikenal dengan Ngembak Geni, aktivitas sosial kembali marak, kebalikan dari hari sebelumnya. Keluarga dan teman berkumpul dan bersosialisasi, melakukan ritual keagamaan tertentu bersama, dan pada dasarnya didorong untuk keluar. Berbeda dengan Hari Raya Nyepi, mereka harus aktif dengan masyarakat sekitar, merangkul tetangga, keluarga, dan teman

 

Daerah yang berbeda memiliki cara yang berbeda mereka merayakan Ngembak Agni , yaitu hari untuk bergembira dan menghabiskan hari di luar. Ritual yang relatif terkenal yang pernah didengar sebagian besar orang tentang hari ini adalah Upacara Ciuman, ditemukan di distrik Sesetan, di mana orang yang belum menikah dipasangkan bersama dan harus berciuman sebagai bagian dari perayaan. Tempat-tempat lain seperti Kedonganan memiliki kegiatan yang menyenangkan seperti mandi lumpur, di mana keluarga Bali mengotori tangan mereka, atau jalan-jalan Kuta akan dibanjiri pasar yang tiba-tiba muncul dan muncul untuk merayakan hari itu.

Halaman:

Tags

Terkini

THR Bagi ASN Cair 4 April

Sabtu, 1 April 2023 | 12:04 WIB

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2 Km

Rabu, 29 Maret 2023 | 11:29 WIB

Polri Akan Gelar Operasi Ketupat H-7 Lebaran

Sabtu, 25 Maret 2023 | 13:23 WIB