nusantara

Delapan Tari Tradisional Jawa Tengah

Minggu, 19 Maret 2023 | 10:45 WIB
Tari tradisional Jawa Tengah I Foto: Crowfunder UK

Bedhaya Ketawang adalah salah satu tarian tradisional Jawa Tengah yang berasal dari Surakarta. Tarian tradisional semacam ini hanya dipentaskan pada saat penobatan Sultan dan setiap peringatan hari penobatan Sultan. Bedhaya Ketawang dikenal sebagai tarian sakral yang mengandung banyak agama dan mitos sekaligus.

 

Para penari harus mengikuti ritual tertentu sebelum diizinkan untuk melakukan tarian ini. Penduduk setempat percaya Bedhaya Ketawang harus dilakukan dengan jumlah penari ganjil seperti sembilan. Selama menari, mereka percaya bahwa kesaktian Nyai Roro Kidul akan ikut menari.

 

Serimpi

Serimpi adalah tarian yang berasal dari Surakarta dan Yogyakarta, kerajaan paling populer di Jawa Tengah. Jenis tarian ini digunakan untuk pertunjukan melawan penjajahan. Serimpi berisi gerakan heroik yang dimulai dengan gerakan lambat dan cepat sampai akhir.

Berbeda dengan tarian tradisional khas Jawa Tengah yang umumnya bergerak lambat. Gerak tari serimpi mengandung tiga bagian tari lengkap dengan cerita adat di belakangnya, seperti Maju Gawang, Pokok, dan Mundur Gawang. Tidak hanya mewakili perjuangan melawan kolonialisme tetapi juga kisah cinta segitiga.

 

Bondan

Bondan adalah tarian yang juga berasal dari Surakarta. Jenis tarian ini biasa dibawakan oleh para pemuda desa yang tampil di depan raja. Pertunjukan tari Bondan biasanya diikuti oleh musik tradisional Jawa yang disebut Gending Jawa.

Ada tiga jenis tarian Bondan, seperti Bondan Cindogo, Bondan Mardsiwi, dan Bondan Pegunungan. Secara keseluruhan, Tari Bondan memiliki cerita unik yang merepresentasikan cinta seorang ibu kepada putri tercintanya.

 

Beksan Wireng

Jenis tarian tradisional ini ditemukan sekitar abad ke-11 dan ditulis dalam bahasa Sansekerta Serat Centini. Beksan Wireng merupakan salah satu tarian tradisional tertua dari Jawa Tengah yang masih eksis hingga saat ini.

Tarian ini dulunya berkreasi untuk putra raja agar ia cinta tanah air dan mau belajar menjadi prajurit. Beksan Wireng biasanya dibawakan oleh empat penari laki-laki yang melambangkan kekuatan laki-laki. Pertunjukan akan mengikuti alat musik tradisional Gendung Sampak, Gendhing Ladrang, dan Gendhing Ketawang.

Halaman:

Tags

Terkini

THR Bagi ASN Cair 4 April

Sabtu, 1 April 2023 | 12:04 WIB

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2 Km

Rabu, 29 Maret 2023 | 11:29 WIB

Polri Akan Gelar Operasi Ketupat H-7 Lebaran

Sabtu, 25 Maret 2023 | 13:23 WIB