nusantara

Sejarah Puasa Asyura dan Anjuran Puasa Tasu'a: Meneladani Nabi

Kamis, 3 Juli 2025 | 16:17 WIB

Setiap tanggal 10 Muharram, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa Asyura. Ibadah ini bukan sekedar amalan sunnah biasa, namun menyimpan kisah sejarah yang kuat dan prinsip penting dalam menjaga jati diri umat Islam. Di balik anjuran ini, tersimpan pula sikap tegas Nabi Muhammad ﷺ terhadap penyerupaan dengan kaum lain.

???? Asal Usul Puasa Asyura

Ketika Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, beliau menemukan kaum Yahudi berpuasa pada hari ke-10 Muharram. Mereka menjelaskan bahwa hari itu adalah hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun. Sebagai bentuk syukur, Nabi Musa pun berpuasa pada hari itu.

Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

 نَحْنُ أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْهُمْ

“Kami lebih berhak terhadap Musa daripada mereka.”

(HR. Bukhari no. 3943, Muslim no. 1130)

Lalu Nabi pun berpuasa pada hari itu dan meminta para sahabat untuk ikut berpuasa pula.

???? Anjuran untuk Berpuasa Tanggal 9 Muharram

Meskipun dia mengakui keutamaan puasa Asyura, Rasulullah ﷺ tidak ingin beribadah umat Islam menyerupai ibadah kaum Yahudi sepenuhnya. Oleh karena itu, beliau mendirikan pula untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram, sehari sebelum Asyura, yang dikenal sebagai puasa Tasu'a.

Dia bersabda:

 لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

"Jika aku masih hidup hingga tahun depan, aku pasti akan berpuasa juga pada hari kesembilan."

(HR.Muslim no.1134)

 

Halaman:

Terkini

THR Bagi ASN Cair 4 April

Sabtu, 1 April 2023 | 12:04 WIB

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2 Km

Rabu, 29 Maret 2023 | 11:29 WIB

Polri Akan Gelar Operasi Ketupat H-7 Lebaran

Sabtu, 25 Maret 2023 | 13:23 WIB