Tanda 3: Rasanya seperti buang air kecil
Pecahnya air ketuban bisa terasa seperti inkontinensia urin, yang umum terjadi selama trimester ketiga kehamilan. Berikut cara membedakannya: Urin memiliki warna kekuningan dan berbau seperti amonia, sedangkan cairan ketuban biasanya tidak berbau.
Jika Anda masih belum bisa memastikan apakah itu air ketuban atau urin, coba trik dari Brichter ini: Duduklah selama beberapa menit, lalu berdiri kembali. Jika masih ada cairan yang keluar, kemungkinan ketuban pecah.
Tanda 4: Tidak lengket dan kental
Orang hamil juga mungkin salah mengira pecahnya selaput ketuban sebagai cairan (yang dapat meningkat volumenya selama kehamilan), terutama jika keluar perlahan. Meskipun cairan ketuban dan keputihan (leukorea) cenderung tidak berbau, cairan ketuban umumnya lebih lengket, lebih kental, dan mungkin terlihat seperti lendir bening atau putih susu. Sebaliknya, cairan ketuban biasanya sangat encer.