Jakarta, tinjauindonesia.id - Dilansir dari tinjau.id, Plato, filsuf Yunani Kuno dikreditkan dengan sistem pendidikan yang digunakan dunia modern. Pengaruh utama Plato sebagai pemikir besar terletak pada gagasan filosofisnya.
Dunia modern membanggakan perguruan tinggi dan universitasnya, tetapi pada masa Platolah institusi pendidikan tinggi hadir.
Plato mendirikan sekolah pendidikan tinggi dan menyebutnya Akademi. Akibatnya, universitas saat ini menggunakan kata "akademisi" ketika mengacu pada mata pelajaran atau kursus yang mereka ajarkan.
Ini saja menunjukkan warisan Plato pada sistem pendidikan modern.
Baca Juga: 65 Tahun Karlina Supelli: Menemukan Allah Dalam Sains Dan Manusia
Akademi Plato adalah universitas pendidikan tinggi Athena kuno, tempat mata pelajaran seperti matematika, ilmu fisika, astronomi, dan filsafat.
Plato tidak hanya mendirikan Akademi, tetapi dia juga memberikan kuliah di sana. Namun, murid-muridnya tidak merekam satu pun ceramahnya, jadi para sarjana saat ini hanya dapat membayangkan bagaimana guru menyampaikannya. Lebih-lebih lagi, tidak ada catatan tentang bagaimana Akademi mengajar murid-muridnya.
Para sarjana berteori bahwa sekolah mendidik siswanya melalui perpaduan antara dialog, ceramah, dan konferensi.
Plato membahas pemikirannya tentang pendidikan dalam karyanya yang paling terkenal, The Republic. Melalui dialog, Plato memberikan nasihatnya tentang bagaimana warga dapat membangun Republik yang hebat.
Plato menemukan pendidikan sebagai alat penting dalam membangun Republik yang hebat. Baginya, setiap pendidikan warga negara harus membantu tidak hanya perbaikan mental warga tetapi juga kemajuan fisik dan spiritualnya. Dalam visi Plato tentang pendidikan, keutuhan siswalah yang harus berkembang.
Prinsip-prinsip pendidikan Plato bertumpu pada gagasannya tentang pemerintahan yang sempurna. Menurut Plato, seorang individu meningkat hingga batas bakatnya ketika mendapat bimbingan dari sosok-sosok yang berpengetahuan.
Seorang filsuf besar mengatakan bahwa anak-anak harus diambil dari ibu mereka saat masih muda dan diserahkan kepada negara. Negara kemudian akan bertanggung jawab atas pengasuhan dan pendidikan anak-anak dan membuat warga negara muda memahami bahwa mereka akan menjadi penjaga negara di masa depan.
Negara harus cermat mencatat kemampuan dan kecenderungan intelektual setiap siswa untuk memastikan bahwa bakat ini akan terpupuk dengan baik. Perhatian utama Plato adalah mengembangkan keterampilan fisik serta selera seni dan musik warga negara.
Plato menyadari betapa sulitnya bagi negara untuk memilih anak mana yang harus negara latih. Dia telah memikirkan sistemnya secara menyeluruh dan menjelaskan bagaimana anak-anak dapat maju melalui sistem pendidikan yang dia impikan.
Artikel Terkait
Marah Roesli, Dokter Hewan Pengarang Siti Nurbaya
65 Tahun Karlina Supelli: Menemukan Allah Dalam Sains Dan Manusia