Jakarta, tinjauindonesia.id - Dilansir dari
tinjau.id,
persahabatan merupakan kebutuhan sosial manusia. Manusia mengharapkan hal baik untuk sesama. Bagi
Aristoteles, itu hanya mungkin terjadi antara 'orang baik yang memiliki kebajikan yang sama.'
Berapa banyak teman Anda yang benar-benar 'teman'? Bagaimana Anda bisa tahu bedanya? Apa perbedaan itu?
Dalam mahakarya etisnya
The Nicomachean Ethics, Aristoteles mengalihkan pikirannya yang cemerlang ke masalah tentang apa sebenarnya persahabatan itu
.
Ia memandang kehidupan yang baik tidak hanya membutuhkan kebajikan-kebaikan internal yang sebagian besar menjadi tanggung jawab kita. Melainkan juga hal eksternal yang memfasilitasi kebajikan dan menyenangkan.
Dalam buku VIII karya ini, ia mendefinisikan tiga jenis persahabatan, dan satu kebajikan persahabatan, "Philia" atau cinta persaudaraan. Seperti semua kebajikan Aristoteles, Philia adalah titik tengah antara dua sifat buruk.
Kurangnya cinta persaudaraan mengarah pada keburukan egoisme. Aristoteles akan setuju bahwa "The friend to all is a friend to none.”
Setidaknya ada tiga jenis persahabatan menurut Aristoteles, berikut.
Berdasarkan utilitas dan kesenangan
Yang pertama adalah 'utilitas'. Persahabatan ini berdasar pada apa yang dapat dilakukan oleh dua orang yang berkaitan satu sama lain. Ini menawarkan keramahtamahan, demikian klaimnya. Tapi ini dapat berakhir dengan cepat, segera setelah tujuan di balik dibangunnya relasi itu tercapai.
Yang kedua adalah 'kesenangan'. Persahabatan ini berlandaskan pada kenikmatan aktivitas bersama, pengejaran kesenangan dan emosi sesaat. Aristoteles menyatakannya sebagai persahabatan kaum muda. Relasi ini jangka pendek yang sering terjadi karena orang-orang dapat mengubah apa yang mereka sukai dan tiba-tiba menjadi teman tanpa koneksi yang sungguh.
Artikel Terkait
Seni "Rasa" Sudjojono
Marah Roesli, Dokter Hewan Pengarang Siti Nurbaya
65 Tahun Karlina Supelli: Menemukan Allah Dalam Sains Dan Manusia