Catatan Sejarah Bandung Lautan Api

photo author
Michael Carlos Kodoati, Tinjau Indonesia
- Jumat, 24 Maret 2023 | 15:14 WIB
Ilustrasi Bandung Lautan Api (Foto/Istimewa)
Ilustrasi Bandung Lautan Api (Foto/Istimewa)

Bandung, tinjauindonesia.id - Bandung Lautan Api merupakan peristiwa yang menjadi rangkaian sejarah kemerdekaan Indonesia.

Melansir dari tinjau.id peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di Bandung pada 24 Maret 1946.

Sejarah mencatat 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka sendiri dalam peristiwa tersebut.

Kala itu api berkobar di seluruh wilayah Bandung. Banyak bangunan vital yang juga terbakar. Jago merah membumihanguskan sudut-sudut Bandung.

Masyarakat Bandung kemudian bergerak meninggalkan Kota Kembang menuju pegunungan di Bandung wilayah selatan. Itu berawal dari perebutan Bandung oleh penjajah.

Baca Juga: Review Buku Tuesdays With Morrie Karya Mitch Albom

Peristiwa ini berawal dari datangnya tentara Sekutu yang dibonceng tentara NICA Belanda ke Bandung, Jawa Barat, 12 Oktober 1945.

Saat itu, Indonesia baru dua bulan memproklamirkan kemerdekaan sehingga kondisi pertahanan dan keamanan Tanah Air belum cukup stabil.

Itu yang memicu kemarahan penduduk Bandung. Rakyat marah, karena Sekutu di bawah pimpinan Brigade Mac Donald menuntut menyerahkan senjata hasil lucutan tentara Jepang ke mereka.

Tak hanya itu saja. Tentara Sekutu juga membangun markas di sejumlah hotel di sudut-sudut Kota Bandung.

Rakyat Bandung makin marah. Akhirnya, 21 November 1945 malam, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) serta badan-badan perjuangan melancarkan serangan ke markas-markas Sekutu di Bandung Utara.

Baca Juga: Kisah Anak-anak Ignatius yang Menginspirasi

Rupanya, serangan itu tak membuat Sekutu menyerah. Tiga hari setelah serangan tersebut, Brigade Mac Donald mengultimatum rakyat agar mengosongkan Bandung Utara selambat-lambatnya pada 29 November 1945.

Sekutu membagi Kota Bandung menjadi dua wilayah. Yakni Bandung Utara untuk wilayah kekuasaan mereka, dan Bandung Selatan buat pemerintah RI.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Seni "Rasa" Sudjojono

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Michael Carlos Kodoati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X