Tari Legong Keraton
Tari ini berasal dari suku Bali yang biasa dipentaskan untuk tempat wisata.
Tari Legong Keraton dibawakan oleh tiga orang penari wanita, yang memiliki aturan tertentu dalam tariannya. Salah satu akan memainkan Condong, dan yang lainnya memainkan peran Legong. Tokoh tersebut terinspirasi dari cerita Prabu Lasem di Bali kuno karena tarian tersebut merepresentasikan cerita di dalamnya.
Tari Topeng Sidhakarya
Tari Topeng Shidakarya berasal dari suku Bali yang biasa dipentaskan untuk tempat wisata.
Tari topeng Shidakarya terlihat mirip dengan tari Barong Ket, namun menggunakan jenis topeng yang berbeda dengan gerakan yang unik di sepanjang tarian. Tarian tersebut merupakan tarian paling sakral dalam budaya Bali sehingga Anda perlu menaruh rasa hormat dan menghindari hal-hal yang dianggap tidak sopan di Indonesia. Tari ini biasa dilakukan untuk menutup acara upacara khusus di akhir upacara keagamaan dalam budaya Bali.
Drama Tari Gambuh
Drama tari Gambuh juga berasal dari suku Bali yang bercampur dengan budaya lokal untuk mewakili cerita tradisional yang paling kaya di dalamnya.
Drama tari ambuh merepresentasikan cerita Panji yang dilakoni dengan diiringi alat musik tradisional bernama Gambuh. Seluruh cerita Panji dimainkan dengan baik dalam suara Gambuh, dan seni sastra yang lengkap di dalamnya sangat berarti bagi orang Bali.
Tari Sanghyang Dedari
Tarian ini memiliki nilai yang paling sakral bagi masyarakat Bali sehingga jarang dipentaskan di depan umum. Tarian Sanghyang Dedari biasanya dimainkan dengan tujuan khusus untuk melindungi desa dari berbagai hal yang tidak diinginkan, seperti bencana alam, penyakit terparah, dan lain-lain. Tarian ini dimainkan oleh empat gadis remaja dan tidak diikuti oleh tarian musik tradisional pada umumnya melainkan mengikuti beberapa wanita yang bernyanyi bersama dengan mantra khusus untuk dewa mereka.