“Kami juga memiliki tenaga untuk penanganan psikososial atau trauma healing kepada warga yang terdampak gempa,” tambahnya.
Operasional rumah sakit lapangan Indonesia ini telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan Kota Hassa dan badan penanggulangan bencana Turkiye atau AFAD.
EMT akan mengoperasikan layanan medis di rumah sakit lapangan hingga akhir Februari ini.
Kapasitas pasien yang dapat dilayani sebanyak 150 hingga 200 pasien setiap hari. Operasi minor sebanyak 5 hingga 10 pasien dan operasi besar 2 hingga 3 pasien, serta 20 pasien rawat inap.
Baca Juga: Jelang Sore, Jakarta Dprediksi Akan Diguyur Hujan
Pemerintah Indonesia mengirimkan EMT yang berjumlah 119 personel yang didukung dengan peralatan dan perlengkapan medis dan obat-obatan.
Di samping tim medis, Indonesia juga mengirimkan tim Urban Search and Rescue (USAR) dengan klasifikasi medium di Antakya, serta bantuan logistik lainnya.
Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas masyarakat Indonesia kepada masyarakat Turkiye yang terdampak gempa M 7,8 pada 6 Februari 2023 lalu.
Artikel Terkait
Pemerintah Kirim 6,8 Ton Logistik Kesehatan untuk Korban Gempa Turkiye
Update Gempa Turkiye, Jumlah Korban Tewas 41.232 Jiwa
2 Jenazah WNI Korban Gempa Turkiye Akan Dipulangkan Pekan Depan