Vatikan, tinjauindonesia.id - Kesehatan pemimpin umat Katolik seluruh dunia, Paus Fransiskus mulai membaik setelah dilarikan ke rumah sakit Gemelli dan mengeluh kesulitan bernapas.
Paus pertama yang berasal dari Ordo Serikat Yesus tersebut harus dirawat setelah meringis kesakitan pada saat melakukan audiensi umum mingguannya di Lapangan Santo Petrus, Rabu (29/3/2023).
Saat itu, dia tampak bersemangat. Namun, tiba-tiba terlihat meringis kesakitan.
Dilansir Reuters, Paus akan segera dipulangkan dari rumah sakit pada beberapa hari mendatang agar dapat merayakan Paskah pada April mendatang.
Hal itu disampaikan oleh tim medis Paus Fransiskus, Vatikan pada Kamis (30/3/2023).
“Berdasarkan kemajuan (kondisi kesehatan) yang diharapkan, Bapa Suci dapat dipulangkan dalam beberapa hari mendatang.” ujarnya, dilansir dari Reuters.
Paus asal Argentina tersebut didiagnosis infeksi pernapasan karena virus bronkitis yang menular. Akibatnya, Paus Fransiskus memerlukan infus antibiotik intravena. Selama dirawat, Vatikan merinci kondisi Paus Fransiskus saat dirawat.
Dikutip dari New York Times, Paus Fransiskus tidur nyenyak sepanjang malam, makan sarapan, membaca beberapa surat kabar, dan kembali bekerja. Dia juga berdoa di kapel kecil di dalam suite rumah sakit swasta kepausan, menunjukkan bahwa dirinya bisa bergerak dari tempat tidurnya.
Selama bertahun-tahun, Paus Fransiskus mengalami masalah lutut dan linu pada panggul. Dalam beberapa kali kesempatan, dia harus menggunakan kursi roda. Pada 2021, Paus Fransiskus menjalani operasi usus besar di rumah sakit Gemelli.
Paus Fransiskus juga menderita pneumonia parah yang mnegakibatkan sebagian paru-parunya diangkat. Paus Fransiskus telah berulang kali mengatakan bahwa dirinya akan mempertimbangkan mundur jika kondisi kesehatan mengharuskannya bertindak demikian.
Artikel Terkait
Bukan Italia, Lasagna Pertama Di Dunia Dibuat Di Negara Tak Terduga
Lebih dari 100 Orang Tewas saat Badai Freddy kembali ke Mozambik dan Malawi
21 Fakta Menarik Tentang Pegunungan Alpen
Bus Tabrak Jembatan di Arab Saudi, 20 Jemaah Umrah Tewas