Jakarta, tinjauindonesia.id - Dwi Pranoto calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatuhan di Gedung DPR Senayan, Senin (13/2/2023).
Sebelumnya pada sesi pertama, Komisi XI DPR telah melakukan uji kelayakan dan kepatuhan terhadap Calon Deputi BI Filianingsih Hendarta.
Di hadapan Komisi XI DPR, Dwi Pranoto memamaparkan visi dan misi bertajuk "Sinergi Menuju Indonesia Maju"
Dwi menjelaskan untuk meraih hal tersebut strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan stabilisasi harga melalui upaya pengendalian inflasi pangan secara terukur. Seperti gerakan nasional pengendalian inflasi pangan (GNPIP).
"Penguatan GNPIP yang bersifat struktural, forward looking dan berbasis digital dan fokus penguatan GNPIP berdasarkan wilayah," kata Dwi di depan Komisi XI DPR, Senin (13/2/2023).
Baca Juga: PM Timor Leste: Pembahasan Batas Darat Perlu Segera Dituntaskan
Dwi juga akan melakukan inovasi instrumen operasi moneter untuk stabilisasi nilai tukar. Melanjutkan operasi moneter melalui pengembangan term deposit (TD) valas dari Devisa Hasil Ekspor (DHE).
Selanjutnya, navigasi pertumbuhan ekonomi akan dilakukan melalui penguatan sektor prioritas daerah.
Kemudian ada juga strategi eskalasi digitalisasi ekonomi yang diiringi dengan penguatan perlindungan konsumen.
Mulai dari TP2DD dan kartu kredit pemerintah (KKP), perluasan QRIS dan pemanfaatan BI-Fast.
Baca Juga: Kurangi Kepadatan, PT KCI Tambah 31 Perjalanan KRL
Selain itu ada juga refocusing strategi promosi investasi dan perdagangan melalui optimalisasi linkage. Kemudian green economy yang dicapai melalui inisiasi dan inovasi kebijakan dan kelembagaan.
Inklusi ekonomi melalui pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru antara lain melalui UMKM dan ekonomi syariah.
"Implementasi strategi merupakan bauran kebijakan dengan mengedepankan sinergi lintas kementerian atau Lembaga, pusat dan daerah, serta sinergi dengan stakeholders," papar Dwi.
Artikel Terkait
Jawa Barat Juarai Peringkat Nilai Investasi Nasional
Harga Beras Tinggi, Jokowi Minta Segera Dilakukan Operasi Pasar
Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Indonesia Tidak Lagi Jawasentris