Sydney, tinjauindonesia.id - Pabrikan pesawat Boeing lagi-lagi harus dihantam masalah usai pesawat buatannya, Boeing 737-800 milik maskapai Qantas bermasalah hingga mengeluarkan peringatan mayday saat berada di Sydney.
Armada langit yang berangkat dari Auckland itu mengalami kegagalan mesin saat melakukan perjalanan pada Rabu (18/1/23) dan mendarat dengan satu mesin saja.
Laporan terkait menambahkan, pesawat Boeing 737 itu sempat mengalami keterlambatan selama satu jam sebelum akhirnya tetap terbang hingga mengalami kegagalan satu mesin.
Data radar memperlihatkan pesawat sempat kehilangan ketinggian secara drastis. Kecepatan pesawat juga tidak stabil hingga saat mendarat darurat di bandara.
Baca Juga: Pelanggaran, Bendera Rusia Berkibar Di Australia Open 2023
Juru bicara Qantas mengatakan, pesawat mengalami masalah pada salah satu mesin saat dalam perjalanan.
Kantor berita AFP menyebut, penerbangan dengan nomor QF144 itu membawa lebih 100 penumpang.
Sejumlah petugas medis sudah dikerahkan di bandara usai peringatan mayday dikeluarkan ketika pesawat berada di atas Laut Tasman antara Australia dan Selandia Baru.
Boeing 737-800 adalah salah satu dari pesawat produksi Boieng yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.
Sebelumnya, kecelakaan yang melibatkan pesawat ini menimpa maskapai China Eastern Airlines yang menewaskan 132 korban jiwa.
Artikel Terkait
Pelanggaran, Bendera Rusia Berkibar Di Australia Open 2023
Teknologi Terbaru Grand Vitara