Tingkat pertama
Plato berpendapat anak-anak yang sangat muda harus tetap bersama orangtua mereka untuk mempelajari dasar-dasar moralitas.
Juga selama periode perkembangan inilah Plato mengatakan anak-anak dari kedua jenis kelamin harus berbaur selama waktu bermain.
Tingkat kedua
Setelah anak-anak mencapai usia tujuh tahun, anak perempuan hanya boleh bermain dengan anak perempuan, dan anak laki-laki hanya boleh bermain dengan anak laki-laki.
Pendidikan mereka akan berfokus pada senam dan musik untuk meningkatkan kepekaan mereka dan membuat mereka tanggap terhadap dunia. Tahap dalam sistem pendidikan Plato ini akan berlangsung hingga anak-anak mencapai usia tujuh belas tahun.
Tingkat Ketiga
Setelah pendidikan tahap kedua, anak-anak akan terbiasa dengan kerasnya kehidupan dan kenyataan medan perang. Mereka akan menjalani pelatihan militer yang ketat selama dua tahun.
Tingkat Keempat
Ketika para siswa lulus pelatihan militer dua tahun, mereka akan berusia dua puluh tahun. Pada tahap ini, negara akan memilih siapa yang memenuhi syarat untuk pendidikan tinggi.
Mereka yang tidak memenuhi syarat akan mendapat pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Mereka yang memenuhi syarat akan melanjutkan ke tingkat berikutnya, yaitu pelatihan sepuluh tahun lagi dalam mata pelajaran besar seperti matematika, astronomi, harmonik, dan geometri.
Plato menguraikan mata pelajaran ini untuk membantu para siswa menjadi dewasa sebagai pencari kebenaran. Plato percaya hanya siswa yang mencintai kebenaran yang harus masuk sebagai kandidat utama untuk melanjutkan sistem pendidikannya.
Tingkat Kelima
Setelah siswa menyelesaikan pelatihan tahap keempat, negara akan memberi mereka tes. Mereka yang gagal akan tetap di militer.