Kebakaran TPA Jatiwaringin, Warga Keluhkan Asap Ganggu Kesehatan: Gimana Lansia dan Bayi?

photo author
Muh. Risal, Tinjau Indonesia
- Rabu, 1 Juli 2026 | 20:11 WIB
Warga keluhkan asap kebakaran di TPA Jatiwaringin, Tangerang, Banten. (Threads/qibtii05)
Warga keluhkan asap kebakaran di TPA Jatiwaringin, Tangerang, Banten. (Threads/qibtii05)

TINJAU INDONESIA.ID - Warga mengeluhkan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten yang terjadi sejak Selasa, 30 Juni 2026.

Areal kebakaran yang luas hingga mencapai 15 hektare membuat proses pemadaman berlangsung lama hingga di hari kedua, Rabu, 1 Juli 2026.

Upaya pemadaman untuk menjinakkan api mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menurunkan helikopter.

Di sisi petugas lain yang sedang berjibaku dalam proses pemadaman, warga mulai mengeluhkan asap yang mengganggu pernapasan.

Asap Hitam Membumbung di Udara

Salah satu utas viral yang mengeluhkan kebakaran di TPA Jatiwaringin diunggah oleh akun Threads @qibtii05.

"Ini siapa yang ngide TPA sebesar itu dibakar? Udah kaya gini gimana jadinya? Ini deket banget loh dari rumah warga," tulisnya dalam utas yang diunggah pada Selasa, 30 Juni 2026.

"Gimana lansia, ibu hamil, bayi dan balita? Tolong dong buat pemerintah Tangerang masa harus keulang lagi kejadian secepatnya berminggu-minggu," tulisnya.

Terlihat dalam video yang diunggah, api memanjang terlihat berkobar di atas tumpukan sampah serta asap hitam membumbung di udara.

Dalam utas lain, ikut diunggah video api yang masih belum padam pada Selasa malam.

"Dapet info belum padam, doain semoga hujan turun ya. Pikiranku kemana-mana sama umi yang di rumah, mana rumahku bertahan sekali di belakang ini. Warga Threads minta doanya semoga cepat padam dan ga merembet kemana-mana," lanjutnya.

Ada Posko Medis: Ambulans dan Dokter untuk Warga Sekitar

Fasilitas kesehatan untuk perawatan awal medis terkait gangguan asap pada kesehatan juga telah didirikan.

Masih dari pemilik akun yang sama, ambulans sudah disediakan di posko untuk merawat warga yang merasakan sesak napas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh. Risal

Tags

Rekomendasi

Terkini

X