TINJAUINDONESIA.ID,- Media di era digital dituntut untuk selalu bisa mengikuti arus trend dan beradaptasi dengan hal baru.
Di sisi lain, sebuah konten yang dibagikan juga seharusnya tak menabrak etika jurnalistik yang sudah ada.
Oleh karena itu, untuk membekali para insan pers di era digital dan media sosial yang makin maju ini, Promedia Group menggelar bootcamp bertajuk Next-Gen Journalist: Navigasi Ekosistem Digital dan Etika Konten Modern.
Beragam Materi dalam 6 Sesi Bootcamp
Peserta bootcamp ini tak hanya datang dari para mitra Promedia Group, tetapi juga dari kalangan umum.
Digelar selama 20-31 Juli 2026, setiap minggunya dilaksanakan pada hari Senin, Rabu, dan Jumat.
Baca Juga: Laporan Halodoc 2026: Akses Layanan Kesehatan Jadi Tantangan Utama Karyawan Indonesia
Ada 6 sesi dengan beragam materi yang mendukung para kreator untuk membuat konten sesuai topik yang sedang dibicarakan publik, tapi tetap menjunjung etika.
Beberapa materi yang akan dibahas dalam bootcamp ini di antaranya adalah membedah konten viral dan konten kreatif, optimasi konten SEO, GEO, serta algoritma media sosial, dan pembahasan mengenai kode etik jurnalistik.
Pada akhir bootcamp, selain mendapatkan ilmu baru, para peserta juga akan mendapat e-certificate.
Kupas Materi SEO untuk Website dan Media Sosial
Hari pertama bootcamp dari Promedia Group ini dimulai dengan pemaparan materi mengenai SEO, GEO, dan Algoritma Media Sosial.
Pemaparan materi mengenai SEO ini dilakukan oleh salah satu Media Adviser dari Promedia Group, Andika Thaselia.
“SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization atau optimasi mesin pencari. SEO ini sekarang nggak hanya di website, tapi sekarang juga melingkupi media sosial,” ucap Andika sesi bootcamp pada Senin, 20 Juli 2026.
Selain SEO, Andika juga mengingatkan pentingnya keyword atau kata kunci.
“Supaya konten itu bisa ketemu, penting adanya keyword yang mengelompokkan konten dalam topik tertentu. Jadi, memudahkan user untuk menemukan isu yang sesuai,” jelasnya.
Baca Juga: Hotman Paris Bantah Isu Benny Janah Simpanan Febrie Adriansyah, Sebut Fitnah Kejam dan Tidak Berdasar
Pahami GEO Agar Konten Dipilih jadi Rujukan AI
Andika kemudian melanjutkan dengan memaparkan materi Generative Engine Optimization (GEO) yang akan membantu untuk memunculkan hasil pencarian dalam bentuk ringkasan otomatis oleh AI.
“Nah, kita masuk ke ranah AI. Ini gimana caranya konten kita ini masuk ke rekomendasinya AI, jadi, membuat kita harus lebih effort agar AI memilih konten kita,” kata Andika.
“GEO ini masih perlu disempurnakan juga karena penggunaannya AI ini baru beberapa waktu belakang. Oleh karena itu, daripada ‘memusuhi’ AI, akan lebih baik bagaimana kita mendekati dan merangkul AI untuk konten kita,” paparnya.
Konten yang selalu direkomendasikan atau rujukan oleh AI, menurut Andika, membuktikan bahwa konten tersebut memiliki informasi yang mudah dicerna, lengkap, dan bahasa yang tepat sasaran.
“Jadi, untuk membuat konten berkualitas harus menampilkan informasi yang valid dan benar-benar menjawab kebutuhan user atau paket komplit, serta terhubung atau terkumpul,” tukasnya.