Aksi Mahasiswa di Gedung Kejagung Diwarnai Kericuhan: Sempat Saling Dorong, TNI Berjaga Pakai Tameng

photo author
Muh. Ashar, Tinjau Indonesia
- Selasa, 21 Juli 2026 | 13:53 WIB
Menyoroti viralnya aksi demonstrasi mahasiswa di Gedung Kejagung, Jakarta yang sempat diwarnai insiden kericuhan. (Instagram.com/@jakarta_siders)
Menyoroti viralnya aksi demonstrasi mahasiswa di Gedung Kejagung, Jakarta yang sempat diwarnai insiden kericuhan. (Instagram.com/@jakarta_siders)



TINJAUINDONESIAID, - Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti aksi mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiah (PTMA) yang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan.

Terlihat dalam unggahan Instagram @jakarta_siders, pada Selasa, 21 Juli 2026, tampak sejumlah massa tengah berorasi di area Gedung Bundar Jampidsus Kejagung.

"Aksi tersebut mengusung seruan pemberantasan korupsi," tulis postingan tersebut.

Dalam aksi itu, peserta menyampaikan berbagai tuntutan terkait penegakan hukum terhadap kasus-kasus korupsi. 
Baca Juga: Laporan Halodoc 2026: Akses Layanan Kesehatan Jadi Tantangan Utama Karyawan Indonesia
Massa juga membawa poster dan spanduk sebagai bentuk penyampaian aspirasi.

"Aksi berlangsung dengan pengamanan dari aparat kepolisian di sekitar lokasi," tutup postingan itu.

Lantas, apa sebenarnya poin-poin tuntutan aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM PTMA di Gedung Kejagung tersebut? Berikut ulasannya.

Bentrok Mahasiswa dengan Petugas

Berdasarkan laporan di lapangan, peristiwa tersebut terjadi di depan Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, pada Senin, 20 Juli 2026. 

Aksi tersebut diketahui sempat memanas, usai kericuhan terjadi ketika massa aksi berupaya menerobos pintu gerbang utama kompleks Kejagung. 

Aparat kepolisian yang membentuk barikade meminta peserta aksi untuk mundur.

Kendati demikian, imbauan tersebut tidak diindahkan sehingga terjadi aksi saling dorong antara demonstran dan petugas.

Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong

Dalam demonstrasi itu, sejumlah prajurit TNI juga tampak berjaga di sekitar lokasi dengan perlengkapan pengamanan lengkap, termasuk menggunakan tameng.

Setelah sempat terjadi aksi saling dorong, situasi berangsur kondusif. 

Massa kemudian melanjutkan orasi dan menyampaikan tuntutan terkait pemberantasan korupsi, termasuk menyoroti berbagai kontroversi penegakan hukum di Tanah Air.

Baca Juga: Hotman Paris Bantah Isu Benny Janah Simpanan Febrie Adriansyah, Sebut Fitnah Kejam dan Tidak Berdasar

Kasus Korupsi Jaksa Picu Tuntutan Massa

Dalam orasinya, massa mahasiswa aksi tersebut turut menyinggung nama mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah yang kini terseret kasus korupsi. 

Dari atas mobil komando, orator menyoroti berbagai kasus korupsi yang dinilai belum dituntaskan secara transparan.

Mereka juga mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap siapa pun yang diduga terlibat tindak pidana korupsi.

"Ada banyak kasus korupsi di negeri ini namun penguasa tutup mata," ujar salah satu orator di atas mobil komando, saat demonstrasi.

Mahasiswa Desak Febrie Adriansyah Diadili

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai korupsi merupakan ancaman bagi masa depan bangsa karena berdampak pada pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap negara. 

"Adili Febrie (eks Jampidsus) sang koruptor," tegas sang orator.

Mereka juga menyoroti sulitnya pemberantasan korupsi, kontroversi penegakan hukum, serta pentingnya peran mahasiswa dan masyarakat dalam mengawal supremasi hukum.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari otoritas berwenang ihwal tindak lanjut dari aksi demonstrasi mahasiswa di Gedung Kejagung tersebut.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh. Ashar

Tags

Rekomendasi

Terkini

X