Kasus WNI Asal Maros SulseL Tewas di Armenia: Keluarga Minta Bantuan Pemulangan Jenazah hingga Pelaku Diduga Sesama WNI

photo author
Muh. Ashar, Tinjau Indonesia
- Senin, 20 Juli 2026 | 14:34 WIB
Foto ilustrasi: Kasus seorang WNI ditemukan tewas di Armenia yang diduga jadi korban pembunuhan sesama WNI. (Unsplash/William F. Santos)
Foto ilustrasi: Kasus seorang WNI ditemukan tewas di Armenia yang diduga jadi korban pembunuhan sesama WNI. (Unsplash/William F. Santos)


TINJAUINDONESIA.ID - Media sosial tengah ramai dengan kabar seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Maros, Sulawesi Selatan ditemukan tewas di Armenia.

Korban berinisial VAT (24) diduga menjadi korban pembunuhan karena kondisi jasad saat ditemukan dikabarkan dalam keadaan tangan diikat dan mulut ditutup dengan lakban.

Kasus ini ramai di media sosial usai akun Instagram @periasjenazah.gloriaelsa pertama kali mengunggah kabar tersebut dan mengungkapkan bahwa penemuan jasad VAT terjadi pada 15 Juli 2026 di Hotel Regine.

Dugaan Pelaku Pembunuhan Merupakan Teman Sendiri

Dalam unggahan tersebut juga disebutkan bahwa VAT diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh orang terdekat, tak lain adalah rekannya sendiri.

Selain itu, motif penggelapan uang perusahaan juga ikut disebut sebagai salah satu penyebab kejadian tersebut.
Baca Juga: Sempat Ngaku Kaya, Hotman Paris Malah Dituding Curi Angpao Nikahan sang Anak sampai Akhirnya Bikin Klarifikasi
“Aku dibunuh oleh rekan kerjaku yang sama-sama WNI juga, motif pembunuhanku karena aku tidak mau turut dalam penggelapan dana perusahaan Rp250 juta dan aku tidak mau membawa kabur uang tersebut,” tulis keterangan dalam video, dikutip pada Senin, 20 Juli 2026.

“Mereka takut aku buka mulut mereka,” lanjutnya.

Masih dari unggahan yang sama, penyelidikan pada kasus ini pun telah dilakukan dan beberapa tersangka sudah ditangkap oleh pihak kepolisian setempat.

Keluarga Minta Bantuan Pulangkan Jenazah ke Indonesia

Tak hanya membuka kasus tersebut, unggahan tersebut juga menjadi upaya keluarga yang meminta bantuan agar jenazah bisa dipulangkan ke Indonesia.

“Keluarga belum melihat jelas foto jenazah dan tidak tahu cara memulangkan jenazah ini seperti apa,” ucap pemilik akun dalam video lainnya.

Unggahan viral tersebut juga menarik perhatian artis sekaligus politikus Uya Kuya dan menyebut bahwa pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kyiv yang salah satunya menaungi Armenia menyampaikan kasusnya sedang ditangani oleh aparat penegak hukum (APH) setempat.

“KBRI sudah mengirimkan Nota Diplomatik untuk consular access dan sedang menunggu izin consular access tersebut,” tulis Uya Kuya dalam komentar yang disematkan pada unggahan tersebut.
Baca Juga: Hotman Paris Minta Maaf kepada Wartawan Usai Pernyataan Kontroversial dalam Konferensi Pers Kasus Febrie Adriansyah
Koordinasi Penegakan Hukum 

Terpisah, Uya Kuya menyampaikan update terbaru mengenai penyelidikan pada kasus tersebut.

Dikatakan bahwa KBRI Kyiv melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan otoritas Armenia setelah mendapat laporan meninggalnya VAT di Yerevan pada 15 Juli 2026.

Kemudian pada 16 Juli 2026, koordinasi dilakukan antara KBRI Kyiv dengan Konsul Kehormatan RI di Yerevan dan APH Armenia bersama komunitas WNI di sana.

“Berdasarkan informasi awal dari otoritas Armenia, baik korban maupun pihak yang diduga sebagai pelaku merupakan WNI. Proses penyelidikan masih berlangsung dan sejumlah WNI telah diamankan untuk kepentingan penyidikan,” tulis keterangan unggahan di Instagram Uya Kuya pada Senin, 20 Juli 2026.

Nota Diplomatik pun telah disampaikan oleh KBRI Kyiv kepada Kementerian Luar Negeri Armenia pada 18 Juli 2026.

“Nota Diplomatik ini untuk memperoleh akses kekonsuleran bagi penanganan jenazah WNI serta bertemu dengan salah satu WNI yang sedang menjalani proses hukum,” tukasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh. Ashar

Tags

Rekomendasi

Terkini

X