Dokter Konsulen Bagikan Chat Dokter Icha saat Konsultasi Pasien Keluarga Legislator DPRD TTU: Saya Dibentak-bentak

photo author
Muh. Jabal Nur, Tinjau Indonesia
- Selasa, 30 Juni 2026 | 20:50 WIB
Dokter konsulen mendiang dokter Icha saat menangani pasien anggota keluarga DPRD TTU ungkap pesan saat konsultasi mengenai gigitan ular. (Threads/maharani234 - YouTube/Kang Hadi Conscience)
Dokter konsulen mendiang dokter Icha saat menangani pasien anggota keluarga DPRD TTU ungkap pesan saat konsultasi mengenai gigitan ular. (Threads/maharani234 - YouTube/Kang Hadi Conscience)

TINJAUINDOENSIA.ID - Dokter Tri Maharani, spesialis toksinologi ular berbisa di Indonesia terus buka suara terkait kasus meninggalnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha.

Saat kabar dokter Icha meninggal dunia diduga mengalami depresi akibat dibentak oleh anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), dokter Tri Maharani memastikan mendiang sudah melaksanakan tugas sesuai SOP.

“RIP dokter Icha, Anda sudah menjalankan tugas dengan baik. Kasus gigitan ular itu sudah dikonsulkan pada saya dan tidak membutuhkan antibisa karena fase lokal,” tulis dokter Tri Maharani dalam unggahannya di Threads @maharani234, dikutip pada Selasa, 30 Juni 2026.

“Saya dikonsuli dan dokter Icha sudah menjalankan semua advise saya dengan benar dan tepat,” tulisnya lagi pada utas lain.

Sempat Ditelepon Berulang Kali oleh Dokter Icha

Dokter Tri Maharani atau yang kerap dipanggil dokter Maha mengungkapkan bahwa pada 13 Juni 2026 sekitar pukul 17.51 WIB, ia menerima banyak panggilan telepon dari dokter Icha.

“Saya mendapatkan berkali-kali telepon, saya catat di HP saya, saya ditelepon sekitar 3 sampai 4 kali dari nomor dokter Icha. Waktu itu memang saya dalam kondisi perjalanan,” ucap dokter Maha, dikutip dari channel YouTube Kang Hadi Conscience pada Selasa, 30 Juni 2026.

“Dia mengatakan, ‘Dokter Maha bisa bantu saya? Saya sedang dibentak-bentak dan dimarahi oleh keluarga yang membawa DPRD’ gitu,” lanjutnya.

Menurut dokter Maha dari keterangan dokter Icha, keluarga meminta antibisa, padahal sebelumnya, mendiang sudah berkonsultasi dengannya mengenai kondisi pasien tersebut.

“Sebelum dia menelepon berkali-kali dan chat WhatsApp, dia sudah konsul sebelumnya. Kasus mister K (pasien) ini, umurnya 20 tahun dan sudah ada pemeriksaan fisik laboratorium yang dilakukan rumah sakit dengan dokter Icha sebagai dokter jaga,” jelasnya.

Dokter Maha juga membeberkan bahwa selain membentak, intimidasi juga dilakukan dengan menanyakan nama lengkap dokter Icha.

“Sempat tanya tentang nama lengkap dokter Icha untuk melakukan pelaporan entah kemana. Nah, dari WhatsApp ini saya tahu dokter Icha dalam keadaan ketakutan,” sambungnya.

Dokter Icha Sudah Sesuai SOP

Lebih lanjut, dokter Maha menyebut bahwa kondisi pasien berada di fase lokal, sehingga tidak memerlukan anitibisa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh. Jabal Nur

Rekomendasi

Terkini

X