Selain belajar agama, di tempat itu, para santri waria juga mendapatkan pendidikan yang dapat meningkatkan perlakuan masyarakat terhadap waria.
Perjuangan Shinta Ratri untuk transgender membuat dirinya diganjar penghargaan sebagai pejuang hak asasi manusia (HAM) dari Front Line Defenders pada tahun 2019.
Lembaga yang bermarkas di Irlandia itu menilai Shinta adalah sosok inspiratif di Asia Pasific dalam memperjuangkan hak waria melalui pendidikan di pondok pesantren.
Uki Darban, salah satu sahabat baik Shinta Ratri menyebut bahwa sosok pejuang HAM itu dikenal sangat baik hati dan keibuan.
“Sejak muda memang terlibat aktif dalam pendidikan advokasi dan mendampingi para waria. Kepergian Shinta Ratri menjadi kehilangan besar bagi siapa pun. Tak hanya para waria, tapi siapa pun yang mengenal kebaikannya,” kata Uki.
Sugeng tindak, pejuang HAM!
Artikel Terkait
Seni "Rasa" Sudjojono
Marah Roesli, Dokter Hewan Pengarang Siti Nurbaya
65 Tahun Karlina Supelli: Menemukan Allah Dalam Sains Dan Manusia
Belajar Dari Filsuf Aristoteles Soal Persahabatan
Catat Tanggalnya, ICAN Gelar Pameran Pendidikan Gratis di PIK