news

UAS Soroti Tewasnya Pria yang Dituduh Curi Ayam, Singgung Nasib Anak Korban

Selasa, 28 Juli 2026 | 07:16 WIB
Menyoroti penuturan Ustaz Abdul Somad terkait viralnya tangisan gadis kecil di Bali yang melepas kepergian ayahnya yang tewas diamuk massa. (Instagram.com/@ustadzabdulsomad_official)

TINJAUINDONESIA.ID, – Ustaz Abdul Somad (UAS) menyoroti kasus meninggalnya seorang pria berinisial IKD yang diduga menjadi korban amukan massa setelah dituduh mencuri ayam di Bali. Peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah beredar video yang memperlihatkan putri bungsu korban menangis saat prosesi pemakaman ayahnya.

Video yang ramai diperbincangkan di media sosial itu menunjukkan seorang gadis kecil terus memanggil ayahnya ketika jenazah akan dimakamkan di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Momen tersebut memunculkan simpati luas dari masyarakat dan menjadi simbol duka yang ditinggalkan akibat aksi main hakim sendiri.

Korban diketahui meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Kepergiannya menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama anak-anaknya.

UAS Kritik Praktik Main Hakim Sendiri

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Senin (27/7/2026), UAS menyampaikan kritik terhadap tindakan persekusi yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.

Menurutnya, dugaan tindak pidana yang dilakukan korban tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan kekerasan hingga menyebabkan kematian.

"Gadis kecil itu anak kita. Keponakan kita. Adik kita. Mencuri ayam tidak benar. Tapi ayam dibayar dengan nyawa tidak bisa dibenarkan," tulis UAS dalam unggahannya.

Baca Juga: Ratusan Warga Dusun Mudo Desak Polda Jambi Usut Dugaan Korupsi Rp8,9 Miliar

Penceramah tersebut mengajak masyarakat melihat peristiwa itu dari sudut pandang kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa korban bukan hanya sosok yang dituduh melakukan pencurian, tetapi juga seorang ayah yang meninggalkan keluarga dan anak-anaknya.

UAS juga mempertanyakan kondisi sosial yang masih membuat sebagian masyarakat terjerat persoalan ekonomi hingga diduga melakukan tindak kriminal. Menurutnya, hal tersebut menjadi ironi di tengah melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

"Mengapa saudara kita mencuri? Di tengah negeri gemah ripah loh jinawi. Emas, nikel, minyak dan gas melimpah," ungkapnya.

Kronologi Dugaan Pencurian Ayam

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa bermula ketika IKD diduga mencuri ayam aduan di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.

Dugaan pencurian tersebut memicu kemarahan sejumlah warga. Korban kemudian diduga menjadi sasaran pengeroyokan hingga meninggal dunia. Selain itu, sepeda motor milik korban juga dilaporkan dibakar oleh massa.

Halaman:

Tags

Terkini