news

Pecah Tangis Ibu usai Putrinya Jadi Korban Aniaya Oknum Polisi di Tegal: Mending Badan Saya Dipukul, Ketimbang Hati

Minggu, 5 Juli 2026 | 22:30 WIB
Menyoroti penuturan pilu seorang ibu usai putrinya dilaporkan menjadi korban penganiayaan anggota polisi di Tegal, Jawa Tengah. (Instagram.com/@hotmanparisofficial)

TINJAUINDONESIA.ID - Sebagian publik di Tanah Air tengah dihebohkan dengan beredarnya kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang istri polisi, MAN (30) di Tegal, Jawa Tengah.

Kasus ini mencuat ke permukaan usai korban bersama kuasa hukumnya, melayangkan laporan dugaan penganiayaan tersebut ke Bareskrim Polri, Jakarta, pada Jumat, 3 Juli 2026.

MAN yang diketahui merupakan warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, berlinang air mata saat menceritakan dugaan kekerasan yang disebut dialaminya selama 2 tahun kepada awak media.

Korban mengaku mengalami berbagai bentuk kekerasan sejak menjalin hubungan dengan seorang anggota Polres Tegal Kota, Aiptu N.

"Kejadiannya yang aku alami, aku mengalami penyiksaan, terus sampai penyiraman air keras," ungkap MAN.

Istri oknum polisi di Tegal itu juga mengaku pernah mengalami pemukulan, intimidasi, hingga ancaman penyebaran video asusila.

Menurut pengakuannya, dugaan penyiraman air keras terjadi pada September 2025 lalu.

Tak hanya itu, MAN mengaku anaknya yang kini berusia 4 tahun ikut menyaksikan sebagian peristiwa yang dialaminya.

"Menyaksikan," kata MAN saat ditanya apakah anaknya melihat langsung kejadian tersebut.

Bahkan, menurut pengakuannya, sang anak juga disebut melihat tindakan yang tidak pantas selama dirinya di bawah bayang-bayang tindak kekerasan oleh pelaku.

Di samping itu, sang ibu korban, Sri Haryati mengaku tidak pernah membayangkan putrinya sampai kehilangan semangat hidup karena diduga mengalami serangkaian kekerasan selama bertahun-tahun.

Bagaimana Kondisi Psikologis Korban?

Dalam kesempatan berbeda, Sri sempat membawa putrinya ke kantor kuasa hukum perwakilan Hotman 911 di kawasan Pancuran, Kota Cirebon, pada Jumat, 3 Juli 2026.

Saat itu, Sri berlinang air mata saat menceritakan kondisi psikologis anaknya yang mengalami trauma berat.

Halaman:

Terkini