Dugaan Perundungan Dokter di Manado: Kemenkes Turunkan Tim Investigasi hingga Penghentian PPDS Anestesi Unsrat

photo author
Muh. Ashar, Tinjau Indonesia
- Rabu, 8 Juli 2026 | 08:51 WIB
Kemenkes selidiki penyebab kematian dokter Adrian Ranting. (Instagram/kemenkes_ri)
Kemenkes selidiki penyebab kematian dokter Adrian Ranting. (Instagram/kemenkes_ri)

TINJAUINDONESIA.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ikut turun melakukan investigasi penyebab meninggalnya dokter Adrian Rantung.

Dokter Adrian Rantung merupakan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dari Fakultas Kedokteran Sam Ratulangi (Unsrat) di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.

Viral di media sosial, penyebab meninggalnya dokter Adrian diduga ada unsur perundungan atau bullying selama menempuh pendidikan.

Dugaan Perundungan dan Menghentikan PPDS Anestesiologi

Usai viralnya kabar meninggal dokter Adrian, Kemenkes meminta untuk menghentikan sementara kegiatan PPDS Anestesi FK Unsrat di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.

Kemenkes juga menggandeng pihak berwajib untuk menelusuri penyebab kematian dokter Adrian.

“Ini menjadi perhatian kami, kamis sudah minta disetop dan dilakukan penyelidikan dengan melibatkan aparat penegak hukum,” ucap Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya kepada awak media pada Selasa, 7 Juli 2026.

Baca Juga: Jejak Ngeri Pembunuhan Gadis 22 Tahun di Lumajang: Diduga Berawal dari Sakit Hati, Berujung Jeratan Celana Jin

“Kami telah mengirim tim pemeriksa ke sana,” sambungnya.

Penghentian sementara PPDS tersebut juga dimuat dalam Surat Keputusan Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.

“Bahwa dengan adanya dugaan terjadinya perundungan terhadap salah satu peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi, perlu dilakukan penghentian sementara kegiatan pembelajaran program studi anestesiologi,” bunyi keterangan pertimbangan dalam surat tersebut.

Sementara untuk jangka waktunya, disebutkan sampai penanganan dugaan perundungan dinyatakan selesai.

Investigasi Internal Kampus dan Rumah Sakit

Selain tim penyelidik dari Kemenkes, Surat Keputusan tersebut juga memuat catatan untuk melakukan investigasi secara internal.

“Untuk melakukan investigasi secara internal dan terpadu antara RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado dengan Fakultas Kedokteran Unsrat,” lanjutnya.

Baca Juga: Viral Dugaan Surat Dinas Menteri PU Dody Hanggodo ke New York, Nama Istri dan Anak Jadi Sorotan
Kronologi Meninggalnya Dokter Adrian Rantung 

Beredar di media sosial bahwa dokter Adrian di ditemukan oleh temannya di kos dalam keadaan tak bernyawa.

“Telah berpulang dr Adrian Rantung PPDS Anestesi Univ Sam Ratulangi Manado (RS Prof Dr Kandou). Ditemukan berpulang dengan kondisi (diduga) s*ic*de saat jadwal jaga Almarhum,” tulisnya dalam unggahan akun Threads @radietyaalvarabie, dikutip pada Selasa, 7 Juli 2026.

Menurut kronologi yang beredar dari tangkapan layar pesan DM Instagram, dokter Adrian mengalami tekanan berat dan absen saat jadwal jaga.

“Jadi, kejadiannya beliau semestinya jaga Minggu pagi ini, namun karena enggak datang, dicek ke kosannya. Diketok enggak dibukain, ternyata udah enggak bernyawa,” tulis pesan dari pengirim dalam DM tersebut.

“Katanya yang menemukan sesama PPDS, karena menurut info, almarhum PPDS semester awal, jadi tekanan pasti berat,” tambahnya.

Kemenkes sendiri juga mengungkapkan belasungkawa atas meninggalnya dokter Adrian dalam sebuah unggahan di Instagram.

“Beristirahatlah dalam damai, dr. Adrian Rantung. Semangat, pengabdian, dan jejak kebaikanmu akan selalu dikenang oleh keluarga, sejawat, dan pasien-pasienmu. Doa terbaik kami menyertai kepulanganmu,” dikutip dari unggahan akun Instagram @kemenkes_ri.
***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh. Ashar

Rekomendasi

Terkini

X