TINJAUINDONESIA.ID - Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti suasana usai sidang putusan yang dijalani eks Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.
Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, pada Selasa, 30 Juni 2026, majelis hakim memberi vonis 10 tahun penjara terhadap terdakwa Nadiem.
Hal itu disampaikan Ketua Majelis Hakim, Purwanto S. Abdullah saat membacakan amar putusan.
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Nadiem Anwar Makarim dengan pidana penjara selama 10 tahun dan pidana denda sebesar Rp1 miliar," kata Abdullah.
Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan Nadiem tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan primer.
Meski begitu, hakim menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan subsidair.
Hakim Diprotes karena Langsung Pergi
Dalam kesempatan yang sama, tim kuasa hukum Nadiem Makarim mengutarakan protes kepada majelis hakim usai pembacaan vonis terhadap kliennya.
"Demikian untuk putusan hari ini dinyatakan selesai dan ditutup," ujar Abdullah.
Setelah pembacaan putusan, tim kuasa hukum Nadiem dari mejanya tampak bertanya kepada majelis hakim terkait kesempatan mereka yang hilang karena tidak diberi kesempatan berbicara.
"Yang Mulia, ada acara yang belum terlewatkan adalah memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyampaikan sikapnya," ujar salah satu tim kuasa hukum Nadiem.
Pengacara: Kenapa Buru-buru, Takut?
Sidang putusan yang disiarkan ke publik itu lantas menuai sorotan usai majelis hakim tampak langsung ke luar dari ruang sidang usai menjatuhkan vonis terhadap Nadiem.
Melihat majelis hakim yang keluar, membuat tim kuasa hukum Nadiem mempertanyakan keputusan majelis hakim yang tidak memberi kesempatan kepada mereka.
Artikel Terkait
Finis sebagai Runner-up Grup A, Bulukumba United Lolos ke Semifinal ISL Nasional 2026
46 Personel Polres Bulukumba Naik Pangkat, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Integritas
Sempat Buron, Potensi Kini Dalami Potensi Tersangka Baru yang Bantu Pelarian Taufik Hidayat
Klarifikasi Oknum Nakes yang Buat Konten Bayi NICU, Minta Maaf dan Mengaku Tak Menyangka Bakal Viral
Usut Tuntas Mafia Tambang Kalipuro, Praktisi Hukum Akan Berkirim Aduan ke PPATK Guna Buru Aktor Intelektual di Balik Joko Jatmiko
Skandal Wafatnya dr. Icha Jadi Sorotan, Polisi Dalami Dugaan Intimidasi terhadap Dokter
PP LIDMI Dukung Penuh Desakan MUI untuk Hukuman Pidana bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Benarkah Bugis Mengenal Lima Gender?
Bantu Evakuasi Cincin Remaja, Damkar Polman Paparkan Data Pelayanan Publik
Promedia Group Gandeng Manava Collective Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat