TINJAUINDONESIA.ID - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI resmi menghentikan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) kepada Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Hal itu disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan resminya di Jakarta, pada Senin, 29 Juni 2026.
"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan," kata Rico.
"Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," tambahnya.
Bukan tanpa alasan, sejumlah kontroversi di balik program latsarmil calon manajer Kopdes-KNMP itu sebelumnya mencuat ke permukaan.
Salah satu yang menjadi sorotan, terkait kabar wafatnya 5 peserta latsarmil di berbagai wilayah satuan pendidikan (Satdik) TNI selama program itu berlangsung.
Hal ini memicu perhatian sebagian kalangan yang menilai adanya seleksi berbasis latsarmil yang kurang tepat untuk melatih kedisiplinan para calon manajer Kopdes-KNMP.
Sebelumnya, sebagian publik di media sosial juga ramai menyoroti adanya skandal latihan menembak yang dilakukan para peserta seleksi manajer Kopdes-KNMP.
Terlihat dalam unggahan Instagram @suaraakarrumputt, pada Rabu, 1 Juli 2026, tampak sejumlah peserta berbaris memegang model senjata api.
Baca Juga: 6 Pesan Prabowo ke Polri di Hari Bhayangkara: Jaga Kepercayaan, Jangan Menyusahkan Rakya
Hal tersebut sontak dibanjiri kritik sebagian publik yang menyoroti sistem pembelajaran ala militer dalam program seleksi manajer Kopdes-KNMP.
Skandal Latihan Tembak-tembak
Setelah ramainya kasus itu, Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin sempat mengevaluasi sistem pembelajaran dalam latsarmil tersebut.