TINJAUINDONESIA.ID - Komoditas porang semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat Desa Oro Gading, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba. Kenaikan harga porang yang kini mencapai Rp 11.700 per kilogram memberikan dampak positif terhadap pendapatan dan kesejahteraan para petani.
Tingginya nilai jual porang menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat yang telah lama menekuni budidaya tanaman tersebut. Dengan harga yang terus membaik, para petani memperoleh keuntungan yang lebih besar dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, sehingga mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Kepala Desa Oro Gading, H. Muhammad Nasir, S.Sos, menyampaikan bahwa porang telah menjadi salah satu komoditas unggulan yang memiliki prospek cerah dan berkontribusi nyata terhadap perekonomian desa.
"Harga porang saat ini telah mencapai Rp 11.700 per kilogram. Kondisi ini tentu sangat membantu petani dalam meningkatkan pendapatan mereka. Kami berharap masyarakat terus mengembangkan budidaya porang karena peluang pasarnya masih sangat menjanjikan," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan budidaya porang di Desa Oro Gading tidak terlepas dari kerja keras para petani serta dukungan berbagai pihak dalam mengembangkan sektor pertanian. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, porang juga cocok dibudidayakan di wilayah Oro Gading yang memiliki kondisi lahan yang mendukung.
Dengan harga yang terus stabil dan permintaan pasar yang tetap tinggi, porang diharapkan dapat menjadi komoditas andalan yang mampu memperkuat perekonomian desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.