Wellington, tinjauindonesia.id – Dilansir dari tinjau.id, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dengan penuh emosional mengatakan siap mengundurkan diri. Perempuan termuda yang menjadi Perdana Menteri Selandia Baru tersebut mengumumkan niatnya itu dalam pertemuan kaukus Partai Buruh di Napier, Kamis (19/1/23). Masa jabatannya akan berakhir pada 7 Februari 2023.
"Saya ‘tidak lagi memiliki cukup tenaga’ untuk melakukan pekerjaan," ungkap Ardern.
Di masa kepemimpinannya, Selandia Baru berhadapan dengan berbagai bencana besar seperti pandemi Covid-19, kontraksi ekonomi global, serangan teror di dua masjid di Christchurch, dan bencana erupsi vulkanik di White Island.
“Ini adalah lima setengah tahun yang paling memuaskan dalam hidup saya. Tetapi hal itu juga memiliki tantangan tersendiri – berbagai agenda kerja yang berfokus pada perumahan, kemiskinan anak, dan perubahan iklim. Kami juga menghadapi teror dalam negeri, bencana alam, pandemi global, dan krisis ekonomi,” katanya.
Setahun terakhir ini, Ardern menghadapi berbagai kritikan karena menerapkan beberapa pembatasan Covid-19 paling keras di dunia di mana warganya sampai kesulitan membeli pasokan makanan. Kecaman ini datang terutama dari kelompok anti-vaksin yang geram dengan kebijakan Ardern mengenai lockdown ketika Covid-19 merebak.
Baca Juga: Keluarga Keturunan Afghanistan Tuntut Pangeran Harry Diadili
Pengumuman pengunduran diri Ardern datang saat Selandia Baru memasuki tahun pemilihan umum, yang akan diumumkan pada 14 Oktober. Jajak pendapat selama beberapa bulan terakhir telah menempatkan Partai Buruh pimpinan Ardern sedikit di belakang pihak oposisi Partai Nasional.
Melansir The Guardian, Partai Buruh, yang telah berkuasa sejak pemilu 2017, kehilangan keunggulan dalam jajak pendapat awal tahun lalu. Jejak pendapat itu bertepatan dengan pemberlakukan pembatasan aktivitas ketika varian Omicron Covid-19 melanda negara itu.
Ardern memang menepis bahwa pengunduran dirinya berhubungan dengan goyahnya ekonomi dan kemunduran Partai Buruh. Tetapi ia meninggalkan komentar tidak biasa ketika menjelaskan tentang tanggungung jawab yang besar dalam kepemimpinan.
“Saya manusia, politisi adalah manusia. Kami memberikan semua yang kami bisa selama kami bisa. Dan kemudian saatnya. Dan bagi saya, ini saatnya,” katanya.
Di saat yang sama, ia berkomentar, “Saya pergi, karena dengan peran istimewa seperti itu datanglah tanggung jawab. Tanggung jawab untuk mengetahui kapan Anda adalah orang yang tepat untuk memimpin dan juga kapan Anda tidak lagi menjadi orang yang tepat untuk hal itu. Saya tahu apa yang kebutuhan pekerjaan ini. Dan saya tahu bahwa saya tidak lagi memiliki wadah besar untuk melakukannya dengan adil. Sesederhana itu.”
Selama pidato pengunduran diri, Ardern mengumumkan pemilihan Selandia Baru berikutnya akan berlangsung pada 14 Oktober. Dia akan tetap menjadi anggota parlemen Mt Albert sampai bulan April.
Lantas, siapa yang akan menggantikan Ardern? Belum ada yang tahu secara pasti. Wakil Perdana Menteri, Grant Robertson yang kini menjadi calon terkuat untuk menggantikan posisi Ardern telah menyatakan tidak berminat atas posisi tersebut.
Artikel Terkait
Pelanggaran, Bendera Rusia Berkibar Di Australia Open 2023
Keluarga Keturunan Afghanistan Tuntut Pangeran Harry Diadili