Macet di Mana-mana, Jokowi Dorong Industri Otomotif Berorientasi Ekspor

photo author
Michael Carlos Kodoati, Tinjau Indonesia
- Jumat, 17 Februari 2023 | 08:45 WIB
Presiden Jokowi seusai membuka IIMS 2023, mencoba  Alva, motor listrik buatan Indonesia yang diproduksi di Cikarang Bekasi. (setkab.go.id)
Presiden Jokowi seusai membuka IIMS 2023, mencoba Alva, motor listrik buatan Indonesia yang diproduksi di Cikarang Bekasi. (setkab.go.id)

Jakarta, tinjauindonesia.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong industri otomotif di Tanah Air untuk lebih berorientasi pada ekspor daripada menjual produknya di dalam negeri.

“Supaya tidak macet, saya mengajak seluruh industri otomotif untuk lebih berorientasi ekspor,” kata Jokowi ketika  membuka pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/2/2023).

Menurut Jokowi, industri otomotif Tanah Air memiliki prospek yang sangat baik dan tumbuh secara siginifikan setiap tahunnya.

Berdasarkan data yang diterima, penjualan mobil pada tahun 2022 mencapai angka 1.048.000 unit. Sedangkan penjualan motor menccapai angka 5.221.000 unit.

Baca Juga: Saling Serang, Laga Barcelona vs MU Berakhir Imbang 2-2

“Akibatnya, kita sekarang macet di mana-mana. Di Jakarta macet. Saya pergi ke Surabaya macet, ke Bandung macet, terakhir ke Medan macet. Karena memang penjualan  untuk mobil mencapai 1.048.000 dan motor 5.221.000. Angka yang sangat besar sekali,” tutur Jokowi.

Dlam kesempatan itu Presiden mengapresiasi industri otomotif yang telah berhasil meningkatkan ekspor hingga 100 persen.

Potensi besar tersebut harus dimanfaatkan oleh industri otomotif Tanah Air untuk bersaing dengan negara lain.

"Kita masih kalah dengan Thailand, sehingga saya ingin mendorong lagi agar ekspornya makin tinggi dan naik setiap tahunnya,” ucap Jokowi.

Baca Juga: Sapa Tim Kemanusiaan di Turki, Jokowi Apresiasi Kerja Cepat INASAR

Turut hadir dalam peresmian tersebut  Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, CEO Kompas Gramedia Lilik Oetomo, dan Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Michael Carlos Kodoati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X