bisnis

Perusahaan Sawit Gencar Ekspansi

Kamis, 19 Januari 2023 | 19:22 WIB
Ilustrasi Crude Palm Oil (CPO). (Kementan.go.id)

Dari dana segar yang didapat sebanyak 54% akan digunakan untuk pembangunan refinery extension dan infrastrukturnya. Refinery extension ini berlokasi di Kawasan Industri Surya Borneo Industri yang rencananya dibangun pada kuartal I 2023 dan baru akan selesai di kuartal I 2025.

Dengan adanya refinery extension tersebut, minyak inti sawit kasar atau Crude Palm Kernel Oil (CPKO) akan dapat diolah menjadi RBDPKO (Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil) menjadi bahan baku cocoal butter dan PKFAD (Palm Kernel Palm Fatty Acid Destilate) yang memiliki prospek bisnis yang lebih menjanjikan.

Baca Juga: Teknologi Terbaru Grand Vitara

Corporate Secretary PT Citra Borneo Utama Tbk Deni Agustinus menyampaikan, di tahun 2023 prospek bisnis Citra Borneo tetap bagus. Pasalnya, permintaan olein untuk lokal dan ekspor masih tinggi.

“Sedangkan suplai bahan baku, CPO, terbatas karena adanya ketentuan B35,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Deni menjelaskan, kondisi pasokan dan permintaan ini menyebabkan harga stabil dan ada kemungkinan naik lagi jika permintaan dari negara tujuan ekspor seperti China dan india meningkat menjelang perayaan dalam waktu dekat ini.

Selain mengandalkan produk turunan CPO seperti olein, Citra Borneo Utama juga akan mendorong penjualan minyak goreng. CBUT dapat memproduksi minyak goreng sebanyak 400.958 ton dalam setahun.

Kementerian Perindustrian sebelumnya menyebutkan, setidaknya ada tiga jalur hilirisasi industri CPO di dalam negeri yang masih potensial untuk terus dikembangkan.

Pertama, hilirisasi oleopangan (oleofood complex), yaitu industri-industri yang mengolah produk industri refinery untuk menghasilkan produk antara oleopangan (intermediate oleofood) sampai pada produk jadi oleopangan (oleofood product).

Berbagai produk hilir oleopangan yang telah dihasilkan di Indonesia, antara lain minyak goreng sawit, margarin, vitamin A, vitamin E, shortening, ice cream, creamer, cocoa butter atau specialty-fat.

Kedua, hilirisasi oleokimia (oleochemical complex), yaitu industri-industri yang mengolah produk industri refinery untuk menghasilkan produk-produk antara oleokimia. Perinciannya, oleokimia dasar sampai pada produk jadi seperti produk biosurfaktan seperti produk detergen, sabun, dan shampoo. Kemudian  biolubrikan (biopelumas) dan biomaterial contohnya bioplastik.

Selanjutnya, ketiga, hilirisasi biofuel (biofuel complex), yaitu industri-industri yang mengolah produk industri refinery untuk menghasilkan produk-produk antara biofuel sampai pada produk jadi biofuel seperti biodiesel, biogas, biopremium, bioavtur, dan lain-lain.

Halaman:

Tags

Terkini