Luapan Emosi Berujung Tindak Aniaya
Korban menyebutkan, pelaku saat itu sudah tidak bisa mengendalikan emosinya.
Dugaan tindakan penganiayaan kerap kali terjadi baik saat dalam kondisi sadar maupun tidak sadar oleh S.
Nahas, kejadian pemukulan dilaporkan terjadi secara berulang selama satu pekan lamanya.
Peristiwa ini membuat korban sempat ingin melarikan diri. Akan tetapi, pelaku tidak mengizinkan dan selalu mengunci pintu dari luar menggunakan gembok.
"Saya berhasil kabur saat malam hari ketika pelaku sedang pergi," ungkap TS.
"Saya keluar melalui jendela karena pintu dikunci menggunakan gembok dari luar," tandasnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari pihak kepolisian terkait proses hukum bagi terduga pelaku kasus penganiayaan di Cikarang tersebut.