TINJAUINDONESIA.ID – Hari kedua pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda) di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Bulukumba pada Selasa, 14 Juli 2026, berlangsung sangat semarak dan edukatif. Bertempat di aula madrasah, kegiatan hari kedua ini menghadirkan kolaborasi apik lintas sektor dengan menghadirkan narasumber dari Kepolisian Sektor (Polsek) Bontotiro serta praktisi pendidikan internal madrasah guna membekali para murid baru.
Sesi pertama diisi oleh Bripka Ary Gunawan, personel Polsek Bontotiro yang membawakan materi bertajuk "Madrasah Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan". Dalam pemaparannya, Bripka Ary mengupas tuntas mengenai bahaya perundungan (bullying) baik secara fisik, verbal, maupun siber. Guna memberikan pemahaman yang mendalam dan aplikatif, ia juga memandu simulasi penanganan kasus perundungan secara langsung yang diikuti dengan antusias oleh para murid. Sesi edukasi hukum ini kemudian ditutup secara khidmat dengan pembacaan ikrar anti-bullying bersama oleh seluruh murid baru.
"Kami berharap melalui simulasi dan ikrar bersama ini, anak-anak kita di MTsN 3 Bulukumba tidak hanya paham secara teori, tetapi benar-benar mampu menjadi pelopor kebaikan yang berani menolak dan mencegah segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah," ujar Bripka Ary Gunawan.
Memasuki sesi kedua, suasana aula semakin interaktif saat bimbingan materi dilanjutkan oleh Nurul Izzah Subhan, guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 3 Bulukumba yang akrab disapa Izzah. Dalam sesi ini, para peserta didik baru diajak untuk menuangkan pemahaman mereka ke dalam media visual berupa pembuatan poster dan komik bertema anti-perundungan.
Tidak hanya itu, Izzah juga memandu sesi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) interaktif. Melalui pendekatan dialogis khas BK, ia mengajak para murid berdiskusi aktif mengenai manajemen emosi, etika pergaulan remaja, serta pentingnya saling menghargai antarsesama teman.
Kepala MTsN 3 Bulukumba, Sudarmin, menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas terlaksananya kolaborasi edukatif ini. Beliau menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mengawal tumbuh kembang dan karakter para murid baru sejak hari pertama mereka masuk madrasah.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Polsek Bontotiro. Kehadiran pihak kepolisian yang berpadu dengan bimbingan intensif dari guru BK pada hari kedua Matamuda ini merupakan wujud nyata komitmen madrasah dalam mencetak generasi muda yang disiplin, taat hukum, serta memiliki kesehatan mental dan karakter yang kuat," tegas Sudarmin. *(Devi)*