TINJAUINDONESIA.ID – Kegiatan khitanan massal yang diselenggarakan di SD Negeri 152 Jatia, Desa Bontotanga, Kecamatan Bontotiro, berlangsung dengan lancar dan penuh antusias. Sebanyak 50 anak dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Bontotiro berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini, yang digelar sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh jajaran unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, di antaranya Camat Bontotiro H. Andi Endang, Komisioner BAZNAS Yusuf Sandi, perwakilan Bagian Kesra Drs. Mudassir, Kapolsek Bontotiro, serta para kepala desa dan kepala sekolah se-Kecamatan Bontotiro. Hadir pula Hengki Fajar yang mewakili Kepala KUA sekaligus bertindak sebagai Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Bontotiro.
Sinergi kuat antarlembaga ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan yang berdampak langsung bagi warga.
Baca Juga: GMNI Palopo Bantah Tuduhan Menerima Aliran Dana Tambang Ilegal Dan Kecam Pencatutan Nama Organisasi
Dalam sambutannya, Camat Bontotiro H. Andi Endang mengapresiasi tinggi kerja sama seluruh pihak yang telah menyukseskan khitanan massal ini.
Ia berharap program sosial seperti ini bisa terus berjalan secara berkelanjutan. Selain untuk meringankan beban ekonomi warga, kegiatan ini juga dinilai ampuh dalam mempererat hubungan antara pemerintah, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan demi pelayanan masyarakat yang lebih baik.
Baca Juga: Hukum Tersandera Ego Sektoral Kekuasaan, GMNI Luwu Utara Harap Atensi Tegas Presiden RI
Senada dengan hal tersebut, Hengki Fajar selaku Ketua UPZ Kecamatan Bontotiro menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran.
"Kami sangat bersyukur kegiatan ini dapat membantu meringankan beban orang tua, terutama dalam menunaikan kewajiban khitan bagi anak-anak mereka. Semoga sinergi antara UPZ, BAZNAS, dan pemerintah kecamatan terus terjaga untuk program-program kemaslahatan umat lainnya," ujarnya.